PERJALANAN TERBERAT
YG HARUS. KITA LALUI DGN PENUH KESABARAN...
YG HARUS. KITA LALUI DGN PENUH KESABARAN...
(oleh Habib Muhdor Al Hamid)
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudry, Rasul SAW bersabda :
إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالْإِيمَانِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, maka persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman.” Allah SWT berfirman : Orang yang mau memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kiamat. [QS At-Taubah : 18]. [HR. At-Tirmidzi]
إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالْإِيمَانِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, maka persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman.” Allah SWT berfirman : Orang yang mau memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kiamat. [QS At-Taubah : 18]. [HR. At-Tirmidzi]
_Catatan penting.. _
Orang bijak mengatakan : Perjalanan terberat adalah
perjalanan menuju ke Masjid. Banyak pemuda yang kuat menaklukan puncak
Gunung bromo dengan ketinggian : 2.329 meter , atau Puncak gunung semeru
yang tingginya 3.676 meter namun tak mampu menaklukkan perjalanan ke
Masjid yang berjarak beberapa meter saja dari rumahnya.
Perjalanan terjauh adalah perjalanan menuju ke Masjid sebab
banyak orang-orang kaya yang membayar jutaah rupiah untuk menempuh
jalan ke cina, jepang, swedia bahkan telah travelling seluruh penjuru
dunia namun tidak sanggup menempuh jalan ke masjid meskipun tanpa
mengeluarkan biaya. Jangankan untuk sholat sehari 5 waktu, bahkan dalam
seminggupun banyak yang melupakannya, dan tidak jarang pula yang seumur
hidup tidak pernah mampir ke sana.
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan menuju ke
Masjid. Sebab banyak orang-orang pintar yang mampu melangkah dan dengan
semangat membara pergi mencari ilmu ke negeri yang jauh hingga ke
negeri cina, eropa, amerika, jepang, australia, korea, dan jangka waktu
yang lama hingga bergelar S3 sekalipun namun tidak mampu menempuh
perjalanan ke Masjid meskipun membutuhkan waktu yang tidak lama.
Maka berbahagialah, Bila engkau mampu melangkahkan kakimu
ke Masjid karena sejauh manapun dirimu melangkahkan kaki, tidak ada
perjalanan yang paling membanggakan selain perjalananmu ke Masjid.
Bagaimana tidak? Rasul SAW bersabda : “Jika kamu melihat orang rajin
mendatangi masjid, maka saksikanlah ia sebagai orang yang beriman.”
Allah SWT berfirman : Orang yang mau memakmurkan masjid-masjid Allah
hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kiamat. [QS
At-Taubah : 18]. [HR. At-Tirmidzi] Tiada predikat yang lebih prestisius
dari iman, sebab gelar iman bukan pemberian rektor, pimpinan sebuah
universitas namun ia adalah gelar yang disematkan oleh dzat penguasa
alam semesta.
Perjalanan ke Masjid adalah perjalanan menjumpai Rabbmu,
sesuai dengan perintah-Nya yang diajarkan oleh Nabimu, serta perjalanan
yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lalai akan Rabbnya. Maka
lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelapnya malam demi
keselamatanmu, mengarungi dunia yang fana menuju tempat keabadian, serta
bertemu dengan Rabbmu.
Rasulullah saw. bersabda :
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan shaf pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” [HR. Bukhari]
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan shaf pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” [HR. Bukhari]
Sabda Nabi _“Seandainya orang-orang mengetahui”_ ini
mengisyaratkan bahwa banyak orang yang tidak tahu karena pahala itu
bersifat abstrak, kasat mata seandainya pahala mendatangi masjid berupa
kipas angin, kulkas atau uang niscaya mereka akan mendatanginya meskipun
dengan cara merangkak.”
Di sebuah desa pedalaman terdapat seorang kepala desa
mengatakan : “Barang siapa yang datang ke rumahku dengan membawa KTP
pada tanggal kelahiranku, 3 Mei maka akan aku beri hadiah Rp. 27 Juta.
masyarakat antara percaya dan tidak percaya. namun sebagian mereka yang
belum punya KTP pun segera membuat KTP sebagai persyaratan di atas.
Mereka yang tidak percaya mengatakan : “Mana mungkin pekerjaan kecil
berhadiah besar?. Hari pun berganti minggu dan tanggal yang ditentukan
pun mulai dekat dan mereka pun belum ada keyakinan. Tanggal 3 mei pun
tiba. Dan ternyata benar, masyarakat yang membawa KTP mendapat hadiah
uang 27 juta. Maka yang belum mengurus KTP dan tidak memilikinyapun
menyesal. Dan saat itu, Penyesalan sudah tiada guna karena waktu telah
berlalu. Itulah sebuah illustrasi keadaan antara yang mau dan enggan
menjalani apa yang dijanjikan oleh Allah SWT padahal Maha suci Allah,
_“La Yukhliful Mi’ad”_, Allah tidak pernah Ingkar janji. _Wallahu
A’lam_. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk
meyakini pahala yang dijanjikan-Nya sehingga kita ringan melangkahkan
kaki ke masjid.SMG BERMANFAAT

No comments:
Post a Comment