oleh guru kita Alhabib Muhdor Alhamid
Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA, Rasul SAW bersabda:
يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ
“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, dan mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” [HR. Muslim]
يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ
“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, dan mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” [HR. Muslim]
Catatan muhim...
Lemah lembut adalah sifat Allah sekaligus dicintai oleh
Allah SWT, dan dengan sifat Lemah lembut segala kebaikan dan keutamaan
akan bisa diraih bahkan sifat Lemah lembut akan mendatangkan sikap
hikmah, yang juga merupakan sikap yang dicintai oleh Allah SWT di dalam
berkata dan bertindak. Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa Rasul SAW
sedang duduk-duduk bersama para shahabat di dalam masjid. Tiba-tiba
muncul seorang ‘Arab badui (kampung) masuk ke dalam masjid, dan kencing
di dalamnya. Spontan, bangkitlah para shahabat menghampiri untuk
menghardiknya namun Rasul SAW melarang mereka dan memerintahkan untuk
membiarkannya sampai selesai hajatnya. Setelah itu, beliau SAW
memanggil si badui tadi lalu menasehatinya dengan lemah lembut:
إن هذه المساجد لا تصلح لشيء من هذا البول ولا القذر إنما هي لذكر الله والصلاة وقراءة القرآن
“Sesungguhnya masjid ini tidak pantas untuk membuang kencing atau kotoran karena masjid itu diperuntukkan sebagai tempat untuk dzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al-Qur’an.”
Setelah itu, beliau SAW meminta setimba air untuk dituangkan pada tempat air kencing tersebut. [HR. Muslim]
إن هذه المساجد لا تصلح لشيء من هذا البول ولا القذر إنما هي لذكر الله والصلاة وقراءة القرآن
“Sesungguhnya masjid ini tidak pantas untuk membuang kencing atau kotoran karena masjid itu diperuntukkan sebagai tempat untuk dzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al-Qur’an.”
Setelah itu, beliau SAW meminta setimba air untuk dituangkan pada tempat air kencing tersebut. [HR. Muslim]
Diriwayatkan dari abu hurairah bahwa ketika Rasul SAW
sholat berasama para sahabat, datanglah orang dusun (Yang kencing di
masjid tadi) dan berdoa dalam sholatnya:
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا وَلَا تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا
“Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorangpun bersama kami berdua.” Setelah salam, Rasul SAW berkata kepadanya: “Kamu telah mempersempit sesuatu yang luas (rahmat Allah).” [HR Bukhari]. Ibnu Hajar al-Atsqalani mengatakan bahwa orang badui di atas bernama dzul huwaysirah al-Yamani, dan versi lain ia adalah Aqra’ bin Habis. [Fathul Bari] dan Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa doa Orang badui tadi terjadi sebelum ia kencing di dalam Masjid. Boleh jadi ketika si badui melihat sikap lemah lembut dari Rasul SAW dalam menasehati, timbullah rasa cinta dan simpati si badui tersebut sehingga ia berdoa demikian.
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا وَلَا تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا
“Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorangpun bersama kami berdua.” Setelah salam, Rasul SAW berkata kepadanya: “Kamu telah mempersempit sesuatu yang luas (rahmat Allah).” [HR Bukhari]. Ibnu Hajar al-Atsqalani mengatakan bahwa orang badui di atas bernama dzul huwaysirah al-Yamani, dan versi lain ia adalah Aqra’ bin Habis. [Fathul Bari] dan Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa doa Orang badui tadi terjadi sebelum ia kencing di dalam Masjid. Boleh jadi ketika si badui melihat sikap lemah lembut dari Rasul SAW dalam menasehati, timbullah rasa cinta dan simpati si badui tersebut sehingga ia berdoa demikian.
Semestinya seperti itulah kita berprilaku dalam segala
urusan tak terkecuali urusan dakwah. Syeikh Muhammad Mutawalli
as-Sya'rawi (1911-1998) ahli tafsir kontemporer dari mesir pernah
berdialog dengan salah satu pemuda dari kelompok garis keras.
as-Sya'rawi bertanya: apakah meledakkan tempat tempat hiburan di salah
satu negara yang mayoritas penduduknya kaum muslimin hukumnya halal
ataukah haram? Pemuda menjawab:hukumnya halal membantai atau membunuh
mereka diperbolehkan. as-Sya'rawi : jika kamu bunuh mereka yang
bermaksiat,kemana tempat mereka kembali di akhirat? ke syurga atau
neraka? Pemuda : pastinya ke neraka. as-Sya'rawi: Kemana setan
menginginkan mereka yang kamu bunuh dengan ledakanmu? Pemuda: pastinya
setan berkeinginan mereka masuk bersamanya ke neraka. as-Sya'rawi : jika
demikian maka engkau telah berserikat dengan setan dengan satu tujuan
untuk memasukkan mereka kedalam neraka!. as-Sya'rawi lalu menyebutkan
satu hadist, ketika itu lewat dihadapan Nabi saw jenazah seorang yahudi,
Nabi saw bersedih dan menangis, para sahabat bertanya, “kenapa menangis
dan sedih wahai Nabi?”, jawab Nabi SAW:
نفس أفلتت منّي إلى النار
“satu jiwa telah terlepas dariku dan jiwa itu masuk ke dalam neraka.”
نفس أفلتت منّي إلى النار
“satu jiwa telah terlepas dariku dan jiwa itu masuk ke dalam neraka.”
Coba kamu perhatikan perbedaan antara dirimu wahai anak muda dan diri
Nabi Muhammad saw di mana engkau menginginkan mereka masuk neraka
sedangkan Nabi saw menginginkan untuk menyelamatkan mereka dari neraka.
Sungguh berbeda, Engkau berada dalam satu lembah dan Nabi saw berada
pada lembah yang lain.
Sebagai catatan bahwa hadits yang disebutkan oleh
as-Sya’rawi di atas tidak kami temukan sumbernya, sebagai gantinya kami
kemukakan hadits yang semakna dengan hadits di atas. Diriwayatkan dari
Anas RA bahwa satu saat seorang pemuda yahudi yang biasa membantu Nabi
itu sakit lalu Nabi menjenguknya. Duduklah beliau disamping kepalanya
lalu beliau bersabda : masuklah islam. Anak itu kemudian menoleh ke arah
bapaknya dan bapaknya berkata: ikutilah abal qasim (Nabi). Lalu iapun
bersyahadat masuk islam. Nabipun keluar dr rumahnya seraya mengucap :
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنْ النَّارِ.
segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka. [HR Bukhari]
Wallahu A’lam. Semoga Allah membuka pintu hati kita semua agar bisa berlemah lembut dalam semua urusan kita.SMG BERMANFAAT
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنْ النَّارِ.
segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka. [HR Bukhari]
Wallahu A’lam. Semoga Allah membuka pintu hati kita semua agar bisa berlemah lembut dalam semua urusan kita.SMG BERMANFAAT

No comments:
Post a Comment