Wednesday, 29 June 2016

Inovasi....

oleh guru kita Al Habib Muhdor Alhamid

Diriwayatkan dari Anas RA, Ia berkata :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِقَوْمٍ يُلَقِّحُونَ فَقَالَ لَوْ لَمْ تَفْعَلُوا لَصَلُحَ قَالَ فَخَرَجَ شِيصًا فَمَرَّ بِهِمْ فَقَالَ مَا لِنَخْلِكُمْ قَالُوا قُلْتَ كَذَا وَكَذَا قَالَ أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ
bahwa Nabi SAW melewati suatu kaum (di madinah) yang sedang mengawinkan pohon kurma lalu beliau bersabda: "Sekiranya kalian tidak melakukannya, niscaya kurma itu akan menjadi bagus." Tapi setelah itu, ternyata kurma tersebut tumbuh dalam keadaan jelek. Hingga suatu saat Nabi SAW melewati mereka lagi dan melihat hal itu beliau bertanya: 'Ada apa dengan pohon kurma kalian? Mereka menjawab; Bukankah anda telah mengatakan bla bla bla...? (menyuruh tidak mengawinkan pohon kurma tapi hasilnya jelek) Beliau lalu bersabda: 'Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian. [HR Muslim].

Catatan penting..

Kata inovasi atau innovation berasal dari bahasa latin innovatio yang berarti renewal atau renovation, berdasar pada novus (new). Dalam situs Wikipedia diartikan sebagai “proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

Dengan pengertian di atas, maka “inovasi” dalam islam adalah satu hal di “restui” untuk urusan duniawi seperti rekayasa penyerbukan pada kejadian hadits di atas. Inovasi merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan duniawi karena manusia bersifat bosan dan selalu menginginkan hal baru. Dalam sebuah maqalah disebutkan :
الطباع مجبولة على حب المتجدد
Tabiat manusia itu senang terhadap hal yang baru.

Bahkan ada pendapat menilai bahwa Rasulpun juga mencontohkan inovasi dalam dakwah beliau dengan konsep hijrahnya. Secara tekstual (harfiah) hijrah adalah berpindah, sedangkan secara kontekstual makna hijrah adalah ‘membaharui hidup dalam segala aspek pada kondisi hasil karya hari ini lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini’. Jadi, hakikat makna hijrah secara kontekstual adalah inovasi.

Dalam kehidupan duniawi, inovasi adalah sebuah keniscayaan yang mana siapa meninggalkan inovasi maka ia akan diitinggalkan. Nama besar hanya tinggal nama jika tanpa adanya inovasi. Sebut satu contoh adalah apa yang menimpa pada perusahaan besar selular kelas dunia yaitu nokia yang resmi tumbang pada september 2013 dengan dijual ke lawan bisnisnya, Microsoft seharga Rp. 78 trilliun. Sejak saat itulah Nokia tinggal sebuah nama perusahaan dalam sejarah. Apa kesalahan yang diperbuat oleh Nokia? Nyaris tidak ada, cuma karena lamban dalam inovasi. CEO Nokia Jorma Ollila dalam sambutannya saat akuisisi Microsoft terhadap Nokia mengatakan “Kami tidak melakukan sesuatu kesalahan, tapi saya tidak tahu mengapa kami kalah“.

Dulu Nokia menyebut Android sebagai semut kecil merah yang mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yang berlebihan membuat Nokia tidak mau ber-inovasi. Begitu pula Kodak, Ia menyebut kamera digital hanyalah tren sesaat, dan kamera produksi mereka akan terus bertahan. Intel dan Micorosoft juga demikian (duo Wintel ) terlalu menikmati kekuasannya dalam dunia PC dan Laptop dan kini era PC/Laptop sudah hampir punah, diganti era mobile smartphone. Dan hegemoni Microsoft serta Intel kian menjadi tidak relevan dalam era smartphone. Bahkan boleh jadi Televisi seperti skrg kelak akan kolaps bukan karena persaingan sesama pemain di industri yang sama, tapi dari makhluk lain bernama Youtube. Di Amerika, jumlah pemirsa televisi dikalangan anak muda dan remaja, menurun drastis karena semua lari ke Youtube. Menyadari hal inilah Blue Bird taksi segera berinovasi dengan memberikan layanan aplikasi reservasi untuk berbagai perangkat selular untuk mempertahankan eksistensinya menghadapi taksi independen berbasis aplikasi seperti Uber, Grab dll.

Manusia yang dapat segera beradaptasi dengan perubahan keadaan lingkungannya maka dia akan survive. Jika tidak dapat beradaptasi dengan perubahan maka mereka akan tersingkir dan punah dari lingkungannya. Ide perubahan dan kreatif adalah salah satu wujud inovasi yang di”restui” oleh agama islam selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran islam. Maka senada dengan inovasi duniawi, sebuah postulat yang popular:
 المحافظة على القديم الصالح، والأخذ بالجديد الأصلح.
“Melestarikan nilai-nilai lama yang positif dan mengambil nilai-nilai yang baru yang lebih positif”.
Bahkan mungkin lebih tepatnya lagi sekali lagi dalam urusan duniawi, al-Ikhtira’ alal Jadid al-ashlah. Sudahkah anda berinovasi dalam usaha anda? Jangan stagnan, berhijrahlah untuk eksis dan maju. Jangan lambat belajar, apalagi tidak mau belajar! Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membukakan matahati kita untuk senantiasa berinovasi dan kreasi demi menggapan kejayaan duniawi dalam keluhuran ajaran islam.SMG BERMANFAAT...

Hidup Bersih Bersama Nabi SAW

oleh guru kita Alhabib Muhdor Alhamid






BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA..

Rasulullah SAW menekankan kebersihan jalan dan tempat umum serta melarang tindakan yang mengotorinya dengan berbagai sampah dan apa pun yang menimbulkan gangguan. Beliau menjelaskan bahwa itu termasuk bagian dari iman yang mana iman menjadi tidak sempurna kecuali dengan memenuhinya:

Dalam Shahiih Al-Bukhari dan Shahiih Muslim dari Abu Hurairah RA bahwa ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda:
اْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ – وَفِي رِوَايَةٍ: وَسِتُّوْنَ – شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا: قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى مِنَ الطَّرِيْقِ.
"Iman itu lebih dari tujuh puluh – dalam riwayat lain; enam puluh – cabang. Yang paling utamanya adalah kalimat tiada Tuhan selain Allah, dan paling bawahnya menyingkirkan gangguan dari jalan."

Jika mukmin sesuai dengan tuntutan keimanannya tidak boleh membiarkan sampah yang dilihatnya di jalan dan ia pun dapat membuangnya, sementara di saat yang sama tidak ada orang lain yang membuangnya, maka yang lebih ditekankan, lebih ditetapkan, dan lebih diwajibkan adalah ia tidak boleh membuang sampah di jalan.

Perhatikan wahai muslim dan ketahuilah bahwa kebersihan jalan kecil maupun jalan besar merupakan bagian dari iman, dan ini bukan sebagai bentuk anjuran yang boleh ditinggalkan tidak pula sebagai ajakan secara sukarela.

Nabi SAW memerintahkan penyingkiran gangguan dari jalan dalam sabda beliau – sebagaimana yang diungkap dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Abu Hurairah – :
نَحِّ اْلأَذَى عَنْ طَرِيْقِ اْلمُسْلِمِيْنَ.
"Singkirkan gangguan dari jalan kaum muslim."
Sementara ancaman bagi orang yang membuat gangguan di jalan kaum muslim sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dengan isnad hasan dari Hudzaifah bin Usaid RA bahwa Nabi SAW bersabda:
مَنْ آذَى الْمُسْلِمِيْنَ فِي طُرُقِهِمْ وَجَبَتْ عَلَيْهِ لَعْنَتُهُمْ.
"Siapa yang mengganggu kaum muslim di jalan-jalan mereka maka sudah selayaknya ia mendapat kutukan mereka."
Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda:
مَنْ غَسَلَ سَخِيْمَتَهُ عَلَى طَرِيْقٍ مِنْ طُرُقِ الْمُسْلِمِيْنَ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ.
"Siapa yang mencuci sakhimahnya(sampah dan kotoran) di jalan mana pun dari jalan-jalan kaum muslim, maka ia mendapat kutukan Allah, para malaikat, dan seluruh umat manusia."

Muslim dan lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
اتَّقُوا اللَّاعِنَيْنَ.
"Jagalah diri kalian dari dua orang yang mengutuk."

Para sahabat bertanya; siapa dua orang yang mengutuk itu wahai Rasulullah?
Beliau menjawab:
الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طُرُقِ النَّاسِ أَوْ فِي ظِلِّهِمْ.
"Orang yang membuang hajat di jalan orang-orang atau di tempat teduh mereka." Yakni area tempat mereka berkumpul dan duduk. Beliau SAW mengapreasiasi orang yang menyingkirkan gangguan dari jalan , Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda:
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيْقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ فَأَخَّرَهُ، فَشَكَرَ اللهُ لَهُ فَغَفَرَ اللهُ لَهُ.
Ketika menyusuri jalan seorang laki-laki mendapati batang berduri, ia pun menyingkirkannya, hingga Allah berterimakasih kepadanya kemudian Allah mengampuninya."
Betapa mulia dan agung Nabi mulia SAW yang membawa kebahagiaan dan kebersihan dunia serta kebahagiaan akhirat.
SMG BERMANFAAT

KISAH MENARIK SEORANG BERNAMA BAHLUL DI ZAMAN RAJA HARUN Al RASYID...

oleh guru kita Al Habib Muhdor Alhamid

"Bahlul" adalah kata yang biasa kita gunakan untuk mensifati orang yang bodoh, tapi dari mana asal kata itu.....?
Dikisahkan, sesungguhnya BAHLUL seorang yang dikenal sebagai orang gila di zaman Raja Harun Al-Rasyid (Dinasti Abbasiyah).
Pada suatu hari Harun Al-Rasyid lewat di pekuburan, dilihatnya Bahlul sedang duduk disana.
Berkata Harun Al-Rasyid kepadanya :
"Wahai Bahlul, bilakah kamu akan berakal.. ?",
Mendengar itu Bahlul beranjak dari tempatnya dan naik keatas pohon, lalu dia memanggil Harun Al-Rasyid dengan sekuat suaranya dari atas pohon,
" Wahai Harun yang gila, bilakah engkau akan sadar....? ",
Maka Harun Al-Rasyid menghampiri pohon dengan menunggangi kudanya dan berkata : "Siapa yang gila, aku atau engkau yg selalu duduk dikuburan....?".
Bahlul berkata :
"Aku berakal dan engkau yang gila",
Harun : "Bagaimana itu bisa...?",
Bahlul : "Karena aku tau bahwa istanamu akan hancur dan kuburan ini akan tetap ada, maka aku memakmurkan kubur sebelum istana, dan engkau memakmurkan istanamu dan menghancurkan kuburmu, sampai- sampai engkau takut untuk dipindahkan dari istanamu ke kuburanmu, padahal engkau tahu bahwa kamu pasti masuk dalam kubur, maka katakan wahai Harun siapa yang gila di antara kita...?".
Bergetarlah hati Harun, lalu menangis dengan tangisan yang sampai membasahi jenggotnya, lalu Harun berkata : "Demi ALLAH engkau yang benar, Tambahkan nasehatmu untukku wahai Bahlul".
Bahlul : "Cukup bagimu Al-Qur'an maka jadikanlah pedoman".
Harun : "Apa engkau memiliki permintaan wahai Bahlul....? Aku akan penuhi".
Bahlul : "Iya aku punya 3 permintaan, jika engkau penuhi aku akan berterima kasih padamu".
Harun : "mintalah..."
Bahlul : 1. "Tambahkan umurku".
Harun : "Aku tak mampu",
Bahlul: 2. "Jaga aku dari Malaikat maut".
Harun : "Aku tak mampu",
Bahlul: 3. "Masukkan aku kedalam surga dan jauhkan aku dari api Neraka".
Harun : "Aku tak mampu".
Bahlul : "Ketahuilah bahwa engkau dimiliki (seorang hamba) dan bukan pemilik (Tuhan), maka aku tidak perlu padamu".
*Kisah ini dikutip dari kitab yang berjudul عقلاء ﺍﻟﻤﺠﺎﻧﻴﻦ "Orang-orang Gila Yang Berakal"
Tetapi kita menggunakan perkataan BAHLUL untuk mengatakan seseorang itu bodoh sedangkan ia adalah merupakan nama Ulamak yang hebat yg bersifat aneh pada zamanya ..subhana allah....SMG BERMANFAAT

KEAGUNGAN ISLAM

oleh guru kita Al Habib Muhdor Alhamid

Begitu agungnya agama Islam ini
إذا كان "شق تمرة" يبعدنا عن النار..
Ketika satu cuilan dari kurma,jika diberikan dengan ikhlas dapat menjauhkan kita dari api nerka
و"صدقة" تطفئ غضب الرب..
Dan ketika shodaqoh dapat meredam kemurkaan ALLOH
و"كلمتان" تثقل ميزان أعمالنا..
Dan ketika 2 kalimat yang cukup ringkas dapat menjadi sesuatu yang berat didalam timbangan amal perbuatan baik kita
"سبحان الله وبحمده، سبحان الله العظيم"
Kalimat Subhaanollooh wa bihamdihi subhaanollooh hil'adzim
و"صيام يوم" يبعدنا سبعين عاماً عن النار..
Dan ketika puasa sehari dapat menjauhkan kita dari api neraka seperti jauhnya jarak 70 tahun perjalanan
و"وضوء"  يزيل من جوارحنا الخطايا..
Dan ketika wudhu dapat menghilangkan dosa-dosa dari anggota tubuh kita
و"حسنة" تتضاعف لعشر أضعاف..
Dan ketika 1 kebaikan dapat berpilat ganda pahalanya sampai 10x lipat
فـلماذا يعتقد البعض أن "الجنة" بعيدة المنال..؟!!
Lalu...mengapa masih ada sebagian orang yang ber-anggapan sesungguhnya syurga adalah sesuatu yang jauh yang sulit untuk diraih?!!!
جعلنا الله وإياكم من اهل الجنه
Semoga ALLOH menjadikan kita & kamu semua sebagai calon penduduk syurga. SMG BERMANFAAT

PENTINGNYA BAGI WANITA MEMAKAI DUA PAKAIAN AGAR TERTUTUP AURATNYA...

oleh guru kita Alhabib Muhdor Alhamid

Diriwayatkan dari ’Aisyah Ummul Mu’minin RA, ia berkata :
دخلت أسماء بنت أبي بكر على رسول الله صلى الله عليه وسلم وعليها ثياب شامية رقاق ، فأعرض عنها ثم قال : "يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ يَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا" وأشار إلى وجهه وكفيه
sesungguhnya Asma’ binti Abu Bakar RA masuk menemui Rasul SAW sedangkan Asma’ mengenakan pakaian yang tipis produksi negeri Syam, maka Rasulullah memalingkan pandangan beliau seraya bersabda ”Apa ini wahai Asma’? Sesungguhnya seorang perempuan apabila telah sampai pada haidnya maka tidak layak untuk terlihat darinya kecuali ini dan ini” Seraya beliau menunjuk telapak tangannya dan wajahnya” [HR. Baihaqi]

Catatan penting...

Parameter peradaban manusia terletak pada pakaian yang dikenakannya. Karena itu, sebagai makhluk yang beradab, manusia memerlukan pakaian dalam kehidupannya sehari-hari. Namun syaitan tidak menghendaki manusia memiliki peradaban yang tinggi dan kehormatan yang mulia, karenanya syaitan berusaha dengan berbagai cara agar manusia melepaskan pakaian yang melekat pada tubuhnya dan saling memperlihatkan auratnya. Allah SWT berfirman :
يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا
yang artinya : “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kalian dapat ditipu oleh syaitan sebagai-mana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapak kalian dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakai-annya untuk memper-lihatkan kepada keduanya auratnya”. [QS Al-A’raf : 27].

Kewajiban menutup aurat tidak hanya diketahui oleh seorang muslim lewat ajarannya namun setiap orang yang berakal sehat pastilah menyadari bahwa membuka aurat merupakan perbuatan buruk, karena itu Ash-Shabuny berkata:
سميت العورة سوأة لأن كشفها يسوء صاحبها
Dalam bahasa Arab, aurat diistilahkan dengan sau’ah yang artinya buruk, karena terbukanya aurat dapat memburukkan seseorang. [Shafwatat Tafasir]

Ada sebuah percakapan menarik berikut ini. Lelaki inggris bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh bersentuhan dengan sembarang pria?" Syeikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu Elizabeth?..Lelaki inggris menjawab: "oh tentu tidak bisa ! Cuma orang orang tertentu saja yang bisa berjabat tangan dengan ratu."Syeikh tersenyum dan berkata: "Wanita wanita kami (kaum muslimin) adalah para ratu dan ratu tidak boleh bersentuhan dengan pria sembarangan (yang bukan Mahramnya") lalu si inggris bertanya lagi, "Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka (aurat)?" Syeikh tersenyum dan punya dua permen, ia membuka permen yang pertama dan membiarkan permen kedua terbungkus. Dia melemparkan keduanya ke lantai. Syeikh bertanya: "jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih? Si inggris menjawab: "yang terbungkus." Syeikh berkata: "Itulah cara kami memperlakukan perempuan kami.".
Karena itu, anak Adam yang berarti seluruh manusia, diharuskan untuk menggunakan pakaian yang menutup auratnya. Dalam Ayat lain Allah SWT berfirman :
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian yang dapat menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”. (QS. 7 : 26)
 
Ketika menafsiri ayat ini, Muhammad Ali Ash-Shabuny dalam bukunya Shafwatat Tafasir mengatakan bahwa Allah menurunkan kepada kita dua pakaian. Pertama, pakaian untuk menutupi aurat, dan pakaian yang menjadi perhiasan yang menambah keelokan dan kebagusannya. Kedua, pakaian takwa. Pakaian yang menutup aurat saja minus ketaqwaan belum cukup untuk menjadikan seseorang berpredikat baik dan sholeh. Seorang pujangga berkata:
وخير لباس المرء طاعة ربه :: ولاخير فيمن كان لله عاصيا
Sebaik-baik pakaian seseorang adalah ketaatannya kepada Tuhannya dan tidak ada kebaikan sama sekali yang terdapat pada seseorang yang bermaksiat kepada Allah. [Shafwatat Tafasir]
Wallahu A’lam. Semoga kita semua dan keluarga diberi kekuatan oleh Allah untuk menutup aurat dan selalu mengenakan sikap taqwa layaknya kita memakai baju kita. SMG BERMANFAAT

INDAHNYA MERASAKAN KELEMBUTAN HATI KEKASIH HATI...

oleh guru kita Alhabib Muhdor Alhamid


Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA, Rasul SAW bersabda:
يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ
“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, dan mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” [HR. Muslim]

Catatan muhim...

Lemah lembut adalah sifat Allah sekaligus dicintai oleh Allah SWT, dan dengan sifat Lemah lembut segala kebaikan dan keutamaan akan bisa diraih bahkan sifat Lemah lembut akan mendatangkan sikap hikmah, yang juga merupakan sikap yang dicintai oleh Allah SWT di dalam berkata dan bertindak. Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa Rasul SAW sedang duduk-duduk bersama para shahabat di dalam masjid. Tiba-tiba muncul seorang ‘Arab badui (kampung) masuk ke dalam masjid, dan kencing di dalamnya. Spontan, bangkitlah para shahabat menghampiri untuk menghardiknya namun Rasul SAW melarang mereka dan memerintahkan untuk membiarkannya sampai selesai hajatnya.  Setelah itu, beliau SAW memanggil si badui tadi lalu menasehatinya dengan lemah lembut:
إن هذه المساجد لا تصلح لشيء من هذا البول ولا القذر إنما هي لذكر الله والصلاة وقراءة القرآن
“Sesungguhnya masjid ini tidak pantas untuk membuang kencing atau kotoran karena masjid itu diperuntukkan sebagai tempat untuk dzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al-Qur’an.”
Setelah itu, beliau SAW meminta setimba air untuk dituangkan pada tempat air kencing tersebut. [HR. Muslim]

Diriwayatkan dari abu hurairah bahwa ketika Rasul SAW sholat berasama para sahabat, datanglah orang dusun (Yang kencing di masjid tadi) dan berdoa dalam sholatnya:
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا وَلَا تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا
“Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorangpun bersama kami berdua.” Setelah salam, Rasul SAW berkata kepadanya: “Kamu telah mempersempit sesuatu yang luas (rahmat Allah).” [HR Bukhari].
Ibnu Hajar al-Atsqalani mengatakan bahwa orang badui di atas bernama dzul huwaysirah al-Yamani, dan versi lain ia adalah Aqra’ bin Habis. [Fathul Bari] dan Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa doa Orang badui tadi terjadi sebelum ia kencing di dalam Masjid. Boleh jadi ketika si badui melihat sikap lemah lembut dari Rasul SAW dalam menasehati, timbullah rasa cinta dan simpati si badui tersebut sehingga ia berdoa demikian.

Semestinya seperti itulah kita berprilaku dalam segala urusan tak terkecuali urusan dakwah. Syeikh Muhammad Mutawalli as-Sya'rawi (1911-1998) ahli tafsir kontemporer dari mesir pernah berdialog dengan salah satu pemuda dari kelompok garis keras. as-Sya'rawi bertanya: apakah meledakkan tempat tempat hiburan di salah satu negara yang mayoritas penduduknya kaum muslimin hukumnya halal ataukah haram? Pemuda menjawab:hukumnya halal membantai atau membunuh mereka diperbolehkan. as-Sya'rawi : jika kamu bunuh mereka yang bermaksiat,kemana tempat mereka kembali di akhirat? ke syurga atau neraka? Pemuda : pastinya ke neraka. as-Sya'rawi: Kemana setan menginginkan mereka yang kamu bunuh dengan ledakanmu? Pemuda: pastinya setan berkeinginan mereka masuk bersamanya ke neraka. as-Sya'rawi : jika demikian maka engkau telah berserikat dengan setan dengan satu tujuan untuk memasukkan mereka kedalam neraka!. as-Sya'rawi lalu menyebutkan satu hadist, ketika itu lewat dihadapan Nabi saw jenazah seorang yahudi, Nabi saw bersedih dan menangis, para sahabat bertanya, “kenapa menangis dan sedih wahai Nabi?”, jawab Nabi SAW:
نفس أفلتت منّي إلى النار
“satu jiwa telah terlepas dariku dan jiwa itu masuk ke dalam neraka.”

 
Coba kamu perhatikan perbedaan antara dirimu wahai anak muda dan diri Nabi Muhammad saw di mana engkau menginginkan mereka masuk neraka sedangkan Nabi saw menginginkan untuk menyelamatkan mereka dari neraka. Sungguh berbeda, Engkau berada dalam satu lembah dan Nabi saw berada pada lembah yang lain.
Sebagai catatan bahwa hadits yang disebutkan oleh as-Sya’rawi di atas tidak kami temukan sumbernya, sebagai gantinya kami kemukakan hadits yang semakna dengan hadits di atas. Diriwayatkan dari Anas RA bahwa satu saat seorang pemuda yahudi yang biasa membantu Nabi itu sakit lalu Nabi menjenguknya. Duduklah beliau disamping kepalanya lalu beliau bersabda : masuklah islam. Anak itu kemudian menoleh ke arah bapaknya dan bapaknya berkata: ikutilah abal qasim (Nabi). Lalu iapun bersyahadat masuk islam. Nabipun keluar dr rumahnya seraya mengucap :
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنْ النَّارِ.
segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka. [HR Bukhari]

Wallahu A’lam. Semoga Allah membuka pintu hati kita semua agar bisa berlemah lembut dalam semua urusan kita.SMG BERMANFAAT

Kisah Wanita Mulia Wanita Sejati

oleh guru kita Al Habib Muhdor Alhamid



Ketika Rosululloh صلى الله عليه و سلم masuk kerumah , beliau mendapati istrinya sayyidah Khodijah رضي الله عنها sedang menyusui putrinya sayyidah Fatimah az zahro' رضي الله عنها,  ternyata yg di dapat oleh Nabi pada saat itu beliau melihat bahwa yg keluar bukan air susu dari sayyidah khodijah, melainkan darah , ternyata  sudah 3hari tidak ada makanan yang masuk ke dalam perut sayyidah Khodijah, namun beliau tidak mengeluh dan protes atas semua ini , mendekatlah Rosululloh صلى الله عليه و سلم sambil memeluk istri tercintanya sayyidah Khodijah, dan sayyidah Khodijah meletakkan kepalanya  di dadanya Rosul صلى الله عليه و سلم sambil berkata : wahai istriku...dulu engkau adalah seorang yg kaya raya serba kecukupan dan hidup serba terpenuhi  ,setelah engkau menjadi pendamping hidupku, aku lihat engkau dalam keadaan susah payah,  dan jika seandainya engkau tidak lagi sanggup bersamaku dan ingin pergi dariku ,  aku persilahkan engkau pergi agar mendapat kehidupan yg lebih layak.
Namun apa jawaban dari  wanita yg mulia itu :
 Wahai kekasihku dan kekasih Allah...aku bersumpah dg nama Allah ,  jikalau aku sudah meninggal dunia nanti dan  engkau masih memerlukan biaya untuk da'wahmu, maka galilah kuburku dan ambillah tulang-tulangku jadikan perahu untuk da'wahmu , atau juallah tulang-tulangku kepasar untuk da'wahmu, menangis Rosul صلى الله عليه و سلم mendengar jawaban sayyidah Khodijah dan langsung memeluknya ....

Ya ALLAH jadikanlah wanita-wanita Muslimah bisa menjadi wanita2 mulia seperti Sayyidah Khodijah رضي الله عنها yang siap berkorban dalam keadaan apapun.
Ya allah...ya allah hanya orang munafik yg tidak meneteskan air mata setelah membaca kisah ini... Allah hu akbar...
Diriwayatkan dari Al-Hushain bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi SAW karena satu keperluan. Selesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah SAW bertanya kepadanya,
أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ مَا آلُوهُ إِلَّا مَا عَجَزْتُ عَنْهُ قَالَ فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ
“Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah”. Rasulullah SAW bertanya lagi : “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”. Ia menjawab: “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu melakukannya”.  Rasulullah SAW bersabda : “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulan dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” [HR. Ahmad
Catatan MUHIM..   

Dalam kehidupan rumah tangga, suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin rumah tangga memiliki tugas dan kewajiban yang besar yaitu menjaga istri dan anak-anaknya dalam semua urusan, baik urusan agama atau urusan dunianya dengan  menafkahi mereka dan memenuhi sandang, pangan dan papannya. Kewajiban yang berat ini alvers dibebankan kepada suami oleh agama, dan di sisi lain agama juga memberikan hak yang besar dari seorang istri yaitu untuk medapatkan ketaatan darinya, bahkan seperti hadits di atas suami adalah penentu istri apakah ia masuk surga atau neraka.

Istri yang taat kepada suaminya akan mendapatkan surga sebagai balasannya. Nabi SAW bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتْ الْجَنَّةَ
"Wanita mana saja yang meninggal dunia, sedang suaminya ridlo kepadanya, maka ia masuk surga".  [HR Ibnu Majah]. Namun sebaliknya istri yang durhaka kepada suaminya maka akan masuk neraka dan inilah yang banyak terjadi. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasul bersabda:
أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
Diperlihatkan kepadaku neraka ternyata kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita karena mereka kufur. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka kufur (durhaka) terhadap suami mereka dan kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang lama kemudian dia melihat sesuatu dari dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan sama sekali pada dirimu.’ ” [HR Bukhari]
Maka hak suami berada diatas hak siapapun termasuk kedua orang tua. Hak suami bahkan harus didahulukan oleh seorang istri daripada ibadah sunnah. Rasulullah saw bersabda: “Tidak boleh bagi seorang perempuan berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada di rumah kecuali atas izinnya. [HR Bukhari]. Seorang istri juga tidak boleh keluar rumah kecuali dengan izin suami. Karena tempat asal wanita itu di rumah. Sebagaimana firman Allah: “Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian.” [QS Al-Ahzab: 33]. Bahkan Dalam hak berhubungan suami-istri, jika suami mengajaknya, maka istri tidak boleh menolaknya. “Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian ia tidak mendatanginya, dan suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi hari.” [HR Bukhari]
 
Lantas bagaimana jika sang suami pemarah? Pada dasarnya tidak ada seseorang yang marah tanpa sebab sebagaimana kata pepatah Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api. Maka jika suami marah hendaknya istri melakukan introspeksi diri, jika istri yakin tidak ada masalah dengan perilakunya kepada suaminya maka hal itupun tidak serta merta membolehkan istri ikut marah sebab api tidak bisa padam dengan api, api hanya bisa dipadamkan oleh air. Dikisahkan terdapat seorang wanita yang memiliki suami pemarah dan galak sehingga dalam rumah tangganya selalu terjadi pertengkaran. Ia pergi ke temannya  untuk curhat masalahnya dengan suaminya. Sang temanpun menyarankan agar ia pergi untuk berkonsultasi kepada orang yang terkenal bijak di kampung seberang. Setelah ia menceritakan perihal suaminya yang galak dan pemarah maka orang bijak itu berkata: Saya bisa membantu permasalahan rumah tanggamu dengan syarat kau harus dapatkan tiga helai bulu harimau. Sepulangnya dari sana, iapun berpikir bagaimana caranya mendapatkan bulu harimau. Didapatkanlah sebuah ide, ia pergi ke hutan dengan membawa sepotong daging untuk diberikan kepada harimau. Ketika harimau ingin  menyerangnya maka ia melempar daging tadi dan harimaupun memakan daging tersebut kemudian sang harimaupun berlalu. Hal ini dilakukan beberapa kali sampai harimau jinak kepadanya dan saat itulah ia membelai harimau dan ia berhasil mencabut beberapa bulu harimau tersebut. Setelah berhasil, ia bergegas menemui sang bijak untuk menyerahkan bulu-bulu tersebut. Sang bijak berkata:
اذا كنت استطعت أن تروضي الأسد أفلا تستطعين أن تروضي زوجك
Jika kamu telah berhasil menjinakkan harimau, masak kamu tidak bisa “menjinakkan” suamimu.
Wallahu A’lam. Semoga Allah menjadikan para suami mampu menjalankan tugas serta tanggung jawabnya dan menjadikan para istri sholihah yang taat kepada suami karena Allah swt. SMG BERMANFAAT

Mulutmu Harimaumu

oleh guru kita AlHabib Muhdor Alhamid

Jangan bicara tentang hartamu dihadapan orang miskin karna orang miskin akan menjadi sedih akan hal itu tapi berbicaralah dihadaopanya selalu bersukur atas nikmat yg allah berikan kpd hambanya agar ia menjadi hamba yg bersukur.
Jangan bicara kesehatanmu dihadapan orang sakit karna ia kan sedih tentang kabar itu tapi berbicaralah dihadapanya tentang bersabar atas ujian yg allah berikan padanya agar ia menjadi orang yg sabar dan bertawakal selalu pada allah.
Jangan bicara kekuatanmu dihadapan orang lemah karna ia akan menjerit batinya. tapi berbicaralah
Dihadapanya tentang sabar menghadapi segala ujian yg allah berikan kpdnya.
Jangan bicara kebahagiaanmu dihadapan orang yang sedang sedih Karna mejebabkan Orang akan muncul sifat sedih kenapa ini musti ini terjadi... Jangan bicara kebebasanmu dihadapan orang yang terpenjara Karna hakikah kita semua dlm penjara allah
Jangan bicara tentang anakmu dihadapan orang yang tidak punya anak karna akan timbul sifat
Sukzdon pada allah
Jangan bicara tentang orangtuamu dihadapan anak yatim Karena mereka sudah cukup terluka dengan ujiannya" karena ia cukup sedih dgn keadaanya.maka jagalah  yg satu itu karna ia menentukan sglanya
Ingatlah sobat (jagalah mulutmu karna itu adaah harimaumu.SMG BERMANFAAT

Begitu Indah dan Mudahnya Jalan Menuju SurgaNya

oleh guru kita Habib Muhdor Alhamid

Setiap insan niscaya mendambakan masuk surga, walaupun dengan sengaja dia melalui jalur neraka.
Jalur neraka terkadang sulit Dan sering harus menggunakan biaya yg besar(narkoba,prostitusi), sedangkan jalur sorga tanpa biaya Dan sangat mudah.
Allah berfirman;"Sesungguhnya orang2 yg beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga firdaus sbg tempat tinggal (al-kahfi;107)

Betapa mudah dan murahnya kaplingan surga hanya dengan beriman dan berbuat baik sudah bisa kita miliki. Sedangkan untuk masuk neraka kita harus bersulit-sulit dan menggunakan biaya. Sobatku ini kesempatan yg baik untuk kita mendapatkan sorganya allah yg indah dan harum semermak hanya dgn sarat kita ibadah secara iklas dan tidak menyekutukan allah maka insak allah sorga akan kita dapatkan dgn sangat mudah. Serta jaganlah silau degan kehidupan dunia yang hanya bersifat sementara ingatlah barang siapa orang yg menjadikan dunia sebangai imamnya niscahya ia kan tersesat dan barang siapa yg menjadikan takwa sebagai imamnya  makan ia akan selamat... Renungkanlah sobat..
SMG BERMANFAAT

Antara Ujian dan Keikhlasan

oleh guru kita Al Habib Muhdor Alhamid


Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA bahwa Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ
Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuh dan model penampilan kalian, tetapi Allah melihat (keikhlasan) hati kalian." [HR Muslim].

Catatan penting..

Allah SWT menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya. Allah tidak menilai Ibadah dari kwantitasnya tapi dari kwalitasnya. Firman Allah swt. “(Dialah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang “Ahsanu Amala” yang lebih baik amalnya.” [QS Al-Mulk: 2]. Fudhail bin Iyadh menafsirkan kata “Ahsanu Amala” dengan Akhlashahu Wa Ashwabah (Yang paling ikhlas dan paling benar) [Tafsir Al-Baghawi] Jadi kwalitas itu berkaitan dengan keikhlasan. Maka dari itu sungguh sia-sia jika ibadah dilakukan dengan tidak ikhlas.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya manusia paling pertama yang akan dihisab urusannya pada hari kiamat adalah Seorang lelaki yang mati syahid, lalu dia didatangkan lalu Allah mengingatkan nikmat-nikmatNya (yang telah diberikan kepadanya) maka diapun mengakuinya. Allah berfirman, "Lalu apa yang kamu perbuat dengan nikmat-nikmat tersebut?" dia menjawab, "aku berperang di jalan-Mu sampai aku mati syahid."  Allah berfirman,
كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ جَرِيءٌ فَقَدْ قِيلَ
"Kamu bohong, akan tetapi sebenarnya kamu berperang agar kamu dikatakan pemberani, dan kamu telah dikatakan seperti itu (di dunia)."
Kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sampai dia dilemparkan masuk ke dalam neraka.

Dan (orang kedua adalah) seseorang yang mempelajari ilmu (agama), mengajarkannya, dan dia membaca (menghafal) Al-Qur'an. Maka dia didatangkan lalu Allah mengingatkan nikmat-nikmatNya (yang telah diberikan kepadanya) maka diapun mengakuinya. Allah berfirman, "Lalu apa yang kamu perbuat padanya?" dia menjawab, "aku mempelajari ilmu (agama), mengajarkannya, dan aku membaca Al-Qur`an karena-Mu."  Allah berfirman,
كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ
" Kamu bohong, akan tetapi sebenarnya kamu menuntut ilmu agar kamu dikatakan seorang alim dan kamu membaca Al-Qur`an agar dikatakan, "ia adalah qari' (ahli membaca AlQuran)," dan kamu telah dikatakan seperti itu (di dunia)."
Kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sampai dia dilemparkan masuk ke dalam neraka.

Dan (yang ketiga adalah) seseorang yang diberikan keluasan (harta) oleh Allah dan Dia memberikan kepadanya semua jenis harta. Maka dia di datangkan lalu Allah mengingatkan nikmat-nikmatNya (yang telah diberikan kepadanya) maka diapun mengakuinya. Allah berfirman, "Lalu apa yang kamu perbuat padanya?" dia menjawab, "Aku tidak menyisakan satu jalanpun yang Engkau senang kalau seseorang berinfak di situ kecuali aku berinfak di situ untuk-Mu." Allah berfirman,
كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيلَ
" Kamu bohong, akan tetapi sebenarnya kamu melakukan itu agar dikatakan, "dia adalah orang dermawan," dan kamu telah dikatakan seperti itu (di dunia)." Kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya sampai dia dilemparkan masuk ke dalam neraka." [HR. Muslim]

Senada dengan hadits di atas terdapat kisah seorang alim dan bijaksana yang hendak menguji keikhlasan orang-orang yang ingin membangun sebuah masjid. Ia bertanya : " jika niatmu telah benar, aku ingin tanya, bagaimana jika setelah masjid selesai dibangun masyarakat menganggap orang lain yang telah membangunnya ? mereka sama sekali tidak menyebut namamu?. "
Jika ia ikhlas maka ia tidak akan mempermasalahkannya. Sebab ikhlas itu seperti gula pasir yang memberi rasa manis pada kopi, tapi orang menyebutnya kopi manis, bukan kopi gula namun gula pasir tidak mempermasalahkannya. Gula pasir juga memberi rasa manis pada teh, tapi orang menyebutnya teh manis, bukan teh gula. Namun lagi-lagi gula pasir tidak mempermasalahkannya dan gula tetap ikhlas larut dalam memberi rasa manis. Sebaliknya jika setelah banyak minum teh dan kopi yang manis tadi seseorang menderita penyakit maka barulah orang-orang menyebutnya penyakit gula. Begitulah hidup itu alvers, kadang kebaikan yang kita tanam tak pernah disebut orang, tetapi kesalahan kita yang disebut-sebut bahkan dibesar-besarkan. Maka tetaplah semangat untuk memberi kebaikan karena kebaikan tidak untuk disebut-sebut, bukankah orang yang ikhlas itu seperti surat Al-Ikhlas yang tidak ada kata "Ikhlas" di dalamnya. Maka cukuplah Allah swt yang menjadi saksi kebaikan kita. Wallahu A’lam. Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang ikhlas dalam setiap amal perbuatan kita.SMG BERMANFAAT

81 Cabang Menuju Kesempurnaan Iman Seseorang





Oleh guru kita AlHabib Muhdor Alhamid


01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf
apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan.
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita;
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara.SMG BERMANFAAT...

Barang Siapa Yang Bersungguh-sungguh Maka Ia Akan Berhasil

oleh guru kita Al Habib Muhdor Alhamid

Lingkaran ilmu itu menyejukkan, menyegarkan kalbu yang mulai layu.
Lingkaran ilmu  itu menghangatkan, mencairkan hati-hati yang mulai membeku.
Lingkaran ilmu itu menguatkan, mendekatkan jiwa-jiwa yang mulia menjauh.
Tidak haya satu tapi ribuan
Sebagaimana Rasululloh SAW mencetak Sayyidina Abu bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Ustman, dan Sayyidina Ali semua itu dgn berkah cahaya ilmunya allah.
Juga seperti Cokroaminoto mencetak Soekarno.
Sang Guru mencetak murid2nya.
Orang Tua susah payah mencetak anak2nya.
Ya semua berawal dari sunguh sunguh.
Dari diri dalam menuntut ilmu karna ilmu memberikan solusi, dari masalah yg paling kecil. Dan masalah yang paling besar maka bersegeralah mencarinya degan usaha dan sabar serta lakukan kebaikan & perbaikan, jangan ditunda tunda dlm mencari dan mengamalkanya karna belum tentu esok kita masih hidup.
Maka di dalam keluarga harmoni.
Yang selalu menjunjung asas kekeluargaan penuh kasih sayang krn Allah semua itu karna bimbingan ilmu.ilmu membuat orang hina menjadi mulya dan membuat oarnag mulya menjadi agung dihadapan allah.
Tentu semua Ini dari sini...
Dari kunci yang membukakan pintu cahaya ilmu yaitu belajar dan beramal dgn ilmunya allah
Dari nurani yang turun ke qalbu.
Dari jiwa yang terlanjur rindu.
Yang saling support dalam gerakan positif (tutur kata, berfikir dan berbuat).
Yang berkasih sayang, yang bertemu & berpisah karena Allah.
Yang hanya berharap Ridho Allah.
SMG BERMANFAAT..

Pentingnya Berprasangka Baik Terhadap Sesama

oleh guru kita Al Habib Muhdor Alhamid


Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata : tiga hari sebelum meninggalnya Rasulullah SAW, aku mendengar beliau bersabda :
لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ
Janganlah seorang diantara kalian meninggal kecuali dia telah berbaik sangka kepada Allah “ (H.R. Muslim) 

 
MASALAH PENTING...

Suka dan duka silih berganti dalam kehidupan ini. Kewajiban kita adalah tetap husnudzan kepada Allah meski kondisi yang ada tidak sesuai harapan bahkan terbalik 180 derajat. Husnudzan adalah berpikiran positif, berpandangan mulia terhadap sesuatu yang terjadi di hadapannya karena keyakinan kepada sang pencipta bahwa ia adalah maha pengasih dan penyayang. Orang yang berhusnudzan akan selalu berperasangka baik dan selalu berpikiran positif terhadap sesuatu yang menimpa dirinya, meskipun sesuatu itu sangat membebaninya.

Orang yang memiliki sikap perilaku husnudzan tidak akan mudah mengkambing-hitamkan orang lain dengan tujuan menutupi kelemahan dan kekurangan dirinya sendiri. Sebaliknya, jika ada sesuatu menimpa dirinya, ia segera melakukan koreksi terhadap dirinya sendiri, dan selanjutnya Ia akan “legawa” dengan apa yang menimpanya bahkan hebatnya ia meyakini bahwa dibalik hal tersebut mesti ada hikmah yang luar biasa yang diberikan Allah swt. Ia berpedoman kepada firman Allah :
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” [QS Al-Baqarah: 216]

Orang yang berhusnudzan akan selalau berpikiran positif bahwa apapun kejadian berat atau musibah yang menimpanya adalah kebaikan dari Allah untuknya. Ia beranggapan bahwa Allah mengirimkan masalah-masalah dalam hidupnya justru untuk memberinya maslahat. Ada sebuah analogi menarik tentang hal ini. Orang-orang jepang dikenal sebagai penggila makan ikan. Kebutuhan konsumsi ikan sangatlah besar setiap harinya, sehingga jumlah ikan diperairan jepang berkurang drastis. Akibatnya nelayan jepang harus menempuh perjalanan selama 1 minggu bolak-balik untuk menangkap ikan. Minggu pertama para nelayan membawa ikan yang sudah mati dan diberikan es sebagai pengawet, akan tetapi ikan tangkapan mereka tidak laku. karena orang jepang tidak suka makan ikan beku. Minggu kedua para nelayan, berinisiatif membuat kolam besar di tengah kapal, ikan yang ditangkap dimasukkan ke kolam dan pada saat dijual di daratan, ikan tangkapan mereka dibeli dengan harga murah karena ikannya sudah banyak yang lemes dan mati. Minggu berikutnya sang nelayan berpikir keras untuk menemukan bagaimana caranya supaya ikan tetap hidup dan segar sampai di daratan. Akhirnya para nelayan menemukan ide yaitu ketika beberapa hari dalam perjalanan ke daratan saat ikan-ikan yang di kolam sudah mulai lemas dan malas bergerak, para nelayan segera melepas seekor ikan hiu kecil yang langsung mengejar ikan-ikan di kolam, merasa nyawanya terancam sang ikan terus bergerak kesana kemari di dalam kolam hingga sampai di daratan. dan ketika dijual, ikan hasil tangkapan nelayan dibeli dengan harga mahal karena kondisinya masih hidup dan segar.

Orang yang berhusnudzan akan menganggap bahwa semua masalah yang mengejarnya bahkan yang menimpanya itu tak ubahnya seperti hiu-hiu kecil yang dilepas sang nelayan yang memaksanya untuk bergerak, berpikir kreatif sehingga ia bisa survive dalam kehidupannya. Maka jadikanlah “masalah” seperti adanya orang-orang yang membenci, sirik dan memusuhi anda bahkan tantangan dan rintangan sebagai hiu-hiu yang memacu anda tambah maju bukan malah menjadikan anda lemah dan mundur serta putus asa. So mulai sekarang katakan dalam diri anda tatkala ada masalah: "alhamdulillah ala kulli hal" Tetap smangat, pastilah Allah menghendaki kebaikan dari setiap masalah yang diberikan kepada kita.

Tidak hanya ketika hidup kita berhusnudzan kepada Allah bahkan ketika mau matipun kita harus tetap husnudzan kepada-Nya. Diriwayatkan dari Anas RA bahwa Rasul SAW menjenguk seorang pemuda yang sedang menghadapi kematiaanya. Rasul SAW bertanya kepadanya : Bagaimana perasaanmu (kepad Allah)?, Pemuda menjawab: Ya Rasul, Demi Allah Aku mengharap (rahmat) Allah dan aku takutkan (siksa Allah karena) dosa-dosaku. Maka Rasul bersabda :
لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ
Tidaklah berkumpul kedua perkara tersebut dalam hati seseorang pada saat (menghadapi kematian seperti) ini kecuali Allah akan memberikan harapannya dan menjauhkan dari apa yang ditakutkannya [HR Turmudzi]
_Wallahu A’lam_. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk bisa berhusnudzan kepada Allah sehingga kita sukses dalam kehidupan bahkan kematian kita nantinya.SMG BERMANFAAT WA BARAKAH..

Monday, 27 June 2016

MULYANYA MENJADI ORANG YG DERMAWAN....

Oleh guru kita Al Habib Muhdor Al Hamid

Ibnu Sulaim RA menyatakan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang berusaha untuk menjamin (kehidupan) janda miskin dan orang faikr miskin, seperti seorang mujahid di jalan Allah atau seperti orang yang berpuasa pada siang hari dan shalat pada malam harinya.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi.

Betapa mulia orang-orang dermawan yang mampu dalam segi finansial, jika bersedia menjamin kehidupan kaum janda serta fuqara dan masakin, maka tanpa harus susah-susah ikut berjihad di medan perang, namun akan mendapatkan pahala mati syahid. Tanpa harus bersusah payah bangun untuk shalat malam serta menahan lapar di siang hari, akan mendapatkan pahala ahli tahajjud dan ahli puasa.
Namun, tidak mudah bagi seseorang yang memiliki penghasilan lebih, lantas bersedia menjadi donatur untuk kehidupan para janda miskin maupun kaum fuqara yang membutuhkan kehidupan layak. Tentu banyak tantangan yang akan dihadapi oleh mereka yang mampu dan berlebihan materi, misalnya tantangan dari dalam diri sendiri, karena terhalang sifat dasar kepemilikan terhadap harta milik pribadinya, hinga dirinya menjadi pelit untuk bersedekah, atau tantangan dari keluarga misalnya ada sebagian istri yang kurang mendukung langkah suami yang akan menjadi donatur bagi kepentingan kaum janda miskin maupun kaum fuqara.

Di kalangan orang-orang kaya, tentu ada juga keluarga yang mendapatkan hidayah dan kemuliaan dari Allah, hingga satu keluarga itupun sepakat menjadi orang-orang yang dermawan, dan dengan senang hati menyalurkan harta lebih milik mereka kepada kaum janda miskin serta kaum fuqara, maka keluarga semacam inilah yang kelak akan mendapatkan kehidupan akhirat yang menyenangkan di sisi Allah.
Lantas bagaimana cara membantu kalangan janda kaya?
Kaum janda yang kaya raya dan mampu dam segi finansial, maka perlu diarahkan agar mereka lebih mendahulukan ibadahnya daripada mengurusi kepemilikan hartanya. Agar mereka lebih banyak berada di dalam rumahnya untuk beribadah kepada Allah, daripada berada di tempat-tempat keramaian yang rawan terjadi finah dunia maupun fitnah akhirat. Agar mereka bersedia menyalurkan sebagian hartanya untuk kepentingan perjuangan umat Islam atau menyalurkan kepada sesama kaum janda yang bernasib buruk dan penuh kekurangan serta membantu kalangan kaum fuqara dan masakin. 

SMG BERMANFAAT

KETAUILAH SESUNGUHNYA KEJUJURAN TERMASUK BAGIAN DARI IMAN...

oleh guru kita Al Habib Muhdor Al Hamid

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak beriman bagi orang yang tidak jujur dan tidak dapat dipercaya (tidak dapat menunaikan amanah), dan tiada agama (tidak beriman) bagi orang yang tidak dapat dipegang janjinya.” (HR. Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik)

Orang yang tidak dapat menjaga kejujuran dalam dirinya, sama halnya tidak memiliki keimanan yang sempurna, karena kejujuran itu adalah bagian dari iman.
Sedangkan orang yang tidak memiliki keimanan, maka ancamannya adalah akan menjadi penghuni neraka.

Suatu hari ada seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Ya Rasulullah, apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut?”
“Ya.” Jawab beliau SAW.
“Apakah seorang mukmin bisa menjadi kikir?”
“Ya.”
“Apakah seorang mukmin bisa menjadi pendusta?”
“Tidak.” (HR. Imam Malik)

Sifat dusta itu sama halnya dengan tidak jujur, karena itu siapapun yang menjadi pendusta maka akan lenyaplah keimanan pada dirinya, baik suka atau tidak suka. Sebaliknya siapa saja yang selalu memelihara sifat jujurnya, maka ia akan mendapatkan kehormatan hingga pengakuan dari Allah atas kemuliaannya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh kebenaran itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke sorga. Seseorang yang selalu bertindak jujur akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Kemuliaan orang muslim yang selalu berusahan berbuat jujur, akan dapat dirasakan sejak ia hidup di tengah lingkungan masyarakat, misalnya dengan timbulnya kepercayaan orang lain kepadanya maupun banyaknya penghormatan masyarakat terhadap dirinya, dengan demikian ia merasa nyaman serta bahagia saat menjalani kehidupannya, dan kebahagian seperti itu akan ia dapatkan hingga kelak di akhirat.

Sy. Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abu Thalib RA. mengemukakan, bahwa ia menghafal beberapa kalimat dari Nabi Muhammad SAW yaitu, “Tinggalkankah apa yang kamu ragukan, dan kerjakanlah apa yang tidak kamu ragukan. Sesungguhnya jujur itu menciptakan ketenangan, dan dusta itu menimbulkan kebimbangan.      SMG BERMANFAAT WA BARAKAH

(DALAM PUASA ITU DIBUTUHKAN KESABARAN YG BESAR...

Oleh guru kita Al Habib Muhdor Al Hamid

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda :
لِكُلِّ شَيْءٍ زَكَاةٌ وَزَكَاةُ الْجَسَدِ الصَّوْمُ زَادَ مُحْرِزٌ فِي حَدِيثِهِ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصِّيَامُ نِصْفُ الصَّبْرِ
Segala sesuatu memiliki Zakat, adapun zakatnya badan adalah puasa. Perawi Muhriz menambahkan hadits, Rasul SAW bersabda : Puasa itu separoh Kesabaran{HR Ibnu Majah]

_Catatan penting..._

Berdasarkan hadits ini, Imam Ghazali mengatakan bahwa posisi ibadah puasa adalah seperempat bagian dari iman. Sehingga barang siapa yang tidak puasa maka imannya kurang seperempat. Bagaimana bisa demikian? Lihatlah sabda Nabi di atas yang berbunyi “ الصوم نصف الصبر” puasa merupakan setengah dari kesabaran. Dan hadits berikut “ الصبر نصف الإيمان ” sabar adalah setengah dari iman. Dari sini menjadi jelas secara matematis, puasa adalah seperempat bagian dari iman. [Ihya Ulumiddin]

Puasa identik dengan kesabaran, bahkan semua jenis kesabaran terdapat dalam ibadah puasa. Bukankah sabar ada tiga macam yaitu sabar dalam menjalani ketaatan, sabar dalam menjauhi larangan dan sabar dalam menghadapi taqdir Allah yang terasa menyakitkan. Dan sekarang lihatlah kesabaran yang dijalani orang yang berpuasa. (1) orang yang berpuasa menahan sabar dalam melakukan ketaatan, (2) ia-pun sabar dalam menjauhi larangan Allah seperti menjauhi berbagai macam syahwat dan nafsu. (3) ia juga sabar terhadap rasa sakit yang harus dilalui saat menjalani puasa seperti rasa lapar, dahaga, dan badan yang terasa lesu dan lemas. [Latha’if Al-Ma’arif]
Sungguh besar pahala yang didapat oleh orang yang bersabar. Ia akan mendapat balasan sebagaimana difirmankan oleh Allah swt :
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dibalas dengan pahala tanpa batas.” (QS Az-Zumar [39]: 10)
Seperti itu pulalah yang didapat oleh orang yang berpuasa, maka itulah rahasia mengapa Allah berfirman dalam hadits qudsy :
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى
“Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku”.[HR Bukhari]

 
Lebih jelas lagi, dalam riwayat lain disebutkan :
وَالصَّوْمُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ
“Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan  puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya” [HR Ahmad]
Puasa dan sabar tidaklah bisa dipisahkan meskipun hakikat keduanya berbeda sebab kalau puasa itu untuk Allah (As-Shaumu Li) maka sabar sebenarnya untuk manusia. Betapa tidak manfaat sabar akan kembali kepada diri sendiri. Sabar dapat menjadikan hidup ini penuh kesejukan, kedamaian, dan mendorong tercapainya cita-cita, menumbuhkan semangat hidup dan tidak mudah putus asa, mendapatkan kebahagiaaan, dan terhindar dari hal-hal yang buruk dan jauh dari masalah bahkan konflik.

Di satu pagi, seorang guru bijak berjalan melintasi sebuah desa. Tiba-tiba, langkahnya dihentikan oleh seorang pemuda yang bertubuh besar, beraut wajah marah dan tampak tidak senang."Hei," katanya kasar. "Anda itu tidak berhak mengajari orang lain!" Tak berhenti di situ, pemuda ini terus berteriak menantang dan menghina guru bijak ini. "Tahu tidak? Anda ini sama saja bodohnya dengan orang lain. Punya kepandaian sedikit saja, sudah sok tahu! Badan begitu kecil nyalimu cukup besar ya. Ayoo... kalau berani kita berkelahi!" Mendapat "serangan" dari orang yang tak dikenalnya, sang guru muda justru tersenyum dan berkata, "Teman, Bolehkah aku bertanya keapdamu? Jika kamu memberi hadiah untuk seseorang, tapi seseorang itu tidak mengambilnya, siapakah pemilik hadiah itu?" Si pemuda terkejut, karena tiba-tiba diberi pertanyaan yang aneh. Spontan, ia menjawab lantang, "Pertanyaan bodoh! Tentu saja hadiah itu tetap menjadi milikku karena akulah yang memberikan hadiah itu." Guru bijak ini tersenyum, lalu berkata, "Kamu benar sekali. Kamu baru saja memberikan “hadiah” marah dan hinaan kepadaku dan aku tidak mengambilnya, apalagi merasa terhina. Maka kemarahan dan hinaan itu pun kembali kepadamu. Dan kamu menjadi satu-satunya orang yang tidak bahagia. Bukan saya, karena sesungguhnya, melampiaskan emosi kemarahan adalah sebuah proses menyakiti diri sendiri. Membangkitkan sel-sel negatif di dalam diri" Pemuda itu terdiam, mencoba mencerna kata demi kata sang guru. Perlahan tapi pasti, kepala dan hatinya seperti tersiram air dingin, ketika mendapat sebuah kesadaran baru. Sebelum meninggalkan sang pemuda ini, sang guru bijakpun menyampaikan sebuah “Closing Remarks” untuknya, "Jika kamu ingin berhenti menyakiti diri sendiri singkirkan kemarahan dan ubahlah menjadi cinta kasih. Ketika kamu membenci orang lain, dirimu sendiri tidak bahagia bahkan tersakiti secara alami. tetapi ketika kamu mencintai orang lain, semua orang menjadi bahagia."  

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita agar senantiasa bersabar dalam segala hal sehingga kita mendapatkan balasan tak terhingga yang dijanjikan-Nya. SMG BERMANFAAT WAL BARAKAH

SUNGGUH DOSA ITU TERJADI KARNA KETIDAK HADIRAN IMAN...

oleh guru kita Al Habib Muhdor Al Hamid

Seorang profesor yang Atheis berbicara dalam sebuah kelas fisika.
Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?"
Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."
Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."
(Semua terdiam dan agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu). 

Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.
Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"
Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada."
Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.
Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas.

Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"
Profesor: "Tentu saja ada!"
Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada.
Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari. Sedangkan gelap tidak bisa.
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.
Tapi! Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu.
Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.
Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"
Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."
Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga.
Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya.
Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia."
Profesor terpaku dan terdiam!
_Dosa terjadi karena manusia lupa menghadirkan Allah dalam hatinya.._
*Hadirkan Allah dalam hati kita setiap saat, maka akan selamatlah kita..*
Itulah _*IMAN..*_ 

SESUNGGUHNYA DOSA ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA.smg bermanfaat wal barakah..

ADA BEBERAPA MASALAH YANG SERING TERJADI SEPUTAR PUASA...

Perhatikan ini penting;
1. Jika anak kecil telah mencapai balig, atau orang Musafir bermukim, atau orang sakit telah sembuh sedangkan mereka dalam keadaan berpuasa , maka Haram bagi mereka membatalkan puasanya, serta Wajib keatas mereka berimsak sampai matahari terbenam.

2. Jika wanita haid atau wanita nifas telah suci, atau orang gila telah sembuh, atau orang Kafir masuk Islam pada siang hari di bulan ramadhan, maka disunnahkan bagi mereka untuk berimsak sampai matahari terbenam. Dan tidak wajib Qadha' bagi orang Gila dan orang kafir yang masuk Islam.

3. Orang Murtad wajib mengqadha' atas puasa yang ditinggalkan selama masa kemurtadan nya, meskipun  ia gila di masa kemurtadan nya.

 4. Termasuk kesalahan fatal, yang banyak terjadi pada kebanyakan orang adalah : ketika mereka mendengar adzan Subuh berkumandang, mereka bersegera minum air , mereka berkeyakinan bahwa hal itu diperbolehkan selagi Mu'adzzin masih mengumandangkan adzan.
 Perbuatan seperti itu tidak Boleh, barangsiapa yang melakukan perbuatan tersebut maka Puasanya  Batal, dan wajib keatas nya qadha' jika puasanya puasa Fardhu.  karena Mu'adzzin tidak akan mengumandangkan adzan kecuali setelah terbitnya waktu Fajar.
Maka apabila minum pada saat  adzan dikumandangkan maka ia telah benar-benar minum pada waktu Fajar , dan waktu itu adalah waktu untuk menahan dari makan dan minum.
 Hal seperti itu terjadi karena faktor kejahilan, sebab tidak ada satupun daripada para Imam-imam yang Muktabar berfatwa membolehkan perbuatan seperti itu.

Sebagian lagi ada yang memahami masalah dengan pemahaman yang keliru, ia mengira bahwa apabila muadzzin mengumandangkan adzan, sementara ditanganya masih ada tersisa seteguk minuman atau sesuap makanan maka boleh untuk meneruskan makanan dan minuman yang masih tersisa di tangannya tersebut.  Ini adalah kesalahan yang sangat Fatal menyebabkan Batal Puasanya, karena hal yang demikian bertentangan dengan Nash Al-qur'an.

5. Jika seseorang meninggal dunia sementara ia masih mempunyai Hutang puasa Qadha' Ramadhan atau masih mempunyai Hutang membayar Kaffarah, sedangkan ia mempunyai kesempatan masa untuk mengqadha' nya akan tetapi  tidak melaksanakan nya. Maka boleh bagi pihak Wali nya untuk membayarkan puasanya. Yang dimaksud walinya di sini adalah sanak kerabat keluarganya walau bukan dari bagian dari Ahli waris. Jika ia tidak ada kesempatan untuk melaksanakan qadha' seperti ia terus meninggal setelah masa yang mewajibkan nya melaksanakan qadha' , atau berlanjut dalam keudzuran sampai ia meninggal, atau  bermusafir atau sakit dari awal hari bulan syawal sampai ia meninggal, maka tidak wajib baginya membayar Fidyah serta juga tidak wajib qadha'. Karena ia tidak mempunyai kesempatan untuk melaksanakan qadha' nya. Hal itu semua berlaku jika ketika ia tidak berpuasa adalah bukan atas  kesengajaan yang tanpa udzur, namun jika ada unsur kesengajaan tanpa udsur  maka wajib baginya membayar Fidyah dan Qadha' secara Mutlak.

6. Dalam puasa sunnah boleh berbuka walau tidak ada Udzur, akan tetapi berhukum makruh, dan di sunnahkan untuk mengqadha'nya. Dan tidak boleh berbuka dalam puasa Fardhu seperti Puasa Ramadhan, atau puasa qadha' atau puasa Nazar atau lain sejenisnya.

7. Haram menyambung puasa, yaitu berpuasa dua hari berturut-turut tanpa ditengah-tengahi oleh berbuka puasa. Keharaman nya tetap tidak hilang kecuali dengan memperolehi  makan-makanan yang mengembalikan staminanya seperti makan biji-bijian, dan tidak cukup berbuka dengan berjima'.

8. Wajib bersegera mengqadha' puasa Fardhu
Jika saat ia tidak berpuasa bukan karena Udzur. Dan tidak wajib bersegera melaksanakan Qadha' jika saat ia tidak berpuasa karena ada Udzur seperti bermusafir, atau sakit, atau karena Lupa niat.

9. Jika melihat orang berpuasa makan, jika keadaan nya  nampak orang yang bertakwa maka sunnah untuk mengingatkan nya.

Jika keadaan nya nampak orang yang suka meremehkan perintah-perintah Allah maka Wajib untuk mengingatinya.SMG BERMANFAAT WAL BARAKAH.. Oleh guru kita Al Habib Muhdor Al Hamid

BULAN RAMADHAN BULAN TURUNYA ALQUR'AN

Oleh Guru Kita Al Habib Muhdor Al Hamid

Bulan ramadhan ternyata tidak hanya menjadi waktu turunnya al-Qur’an saja namun juga bagi kitab-kitab ummat yang terdahulu sebagaimana keterangan hadits di atas. Telah jelas bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan sebagaimana keterangan ayat [QS Al-Baqarah : 185] namun ulama berbeda pendapat seputar tanggal turunnya al-Qur’an. Hal ini karena tidak adanya hadits shahih yang menerangkan kapan tepatnya tanggal diturunkannya al-Qur’an tersebut. Berikut beberapa pendapat mengenai kapan tepatnya nuzulul Qur’an :
1. tanggal 24 Ramadhan. Berdasarkan keterangan hadits riwayat Imam Ahmad di atas yang diriwayatkan juga oleh Imam Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman. 

2. Malam 25 Ramadhan. Al-Hulaymi Rahimahullah dalam Syu’abul Iman berkata :
يريد به ليلة خمس وعشرين
Pengertian hadits yang berbunyi “al-Qur’an diturunkan pada 24 Ramadhan” itu maksudnya malam 25 Ramadhan. [Syu’abul Iman]

3. Tanggal 14 Ramadhan. Berdasarkan keterangan hadits riwayat Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir yaitu : Rasul SAW bersabda : “ Shuhuf Ibrahim diturunkan pada awal bulan ramadhan, kemudian Taurat pada enam bulan Ramadhan, lalu Injil pada 13 Ramadhan, Lalu :
وَأُنْزِلَ الزَّبُورُ لِثَمَانَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الْقُرْآنُ لأَرْبَعَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ.
Kitab zabur diturunkan pada 18 Ramadhan sedangkan al-Qur’an diturunkan pada 14 Ramadhan. [HR Thabrani]

4. tanggal 18 Ramadhan. Syeikh 'Izzuddin 'Ali ibnul-Atsir berkata:
وكان نزول الوحي عليه يوم الإثنين بلا خلاف . واختلفوا في أي الإثنين كان ذلك ، فقال أبو قلابة الجرمي : أنزل الله الفرقان علي النبي صلي الله عليه وآله وسلم لثمان عشرة ليلة خلت من رمضان
Turunnya wahyu kepada Nabi SAW adalah pada hari Senin tanpa ada perbedaan pendapat. Dan Mereka berbeda pendapat mengenai Senin kapan terjadinya hal itu. Abu Qilaabah berkata: Allah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur’an) kepada Nabi SAW pada malam 18 Ramadhan. [Al-Kamil Fit Tarikh]

5. tanggal 19 Ramadhan. Pendapat ini adalah versi lain dari yang dikemukakan Abu Qilaabah di atas. Beliau berkata :
وقال آخرون كان ذلك لتسع عشرة مضت من رمضان
Pendapat lain mengatakan : Al-Quran diturunkan tanggal 19 Ramadhan. [Al-Kamil Fit Tarikh]
tanggal 21 Ramadhan. Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfury memilih pendapat ini berdasarkan hadits tentang Rasulullah SAW yang ditanya tentang puasa hari senin. Maka beliau menjawab,
فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ
“Pada hari senin itu aku dilahirkan dan pada hari ini pula turun wahyu (yang pertama) kepadaku.” [HR Muslim]
Menurut penelitian falak, Hari senin dari bulan Ramadhan pada tahun itu adalah jatuh pada tanggal 7, 14, 21, dan 28. Beberapa riwayat yang shahih telah menunjukkan bahwa Lailatul Qodar tidak jatuh kecuali pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Maka kemungkinan besarnya Nuzulul Qur’an terjadi pada tanggal 21 Ramadhan. [Sirah Nabawiyyah]

6. Malam 17 Ramadhan. Sebagaimana ditetapkan sebagai peringatan Nuzulul Qur’an oleh pemerintah Indonesia. Imam Ibnu Katsir (W. 774 H) berkata : Al-Waqidi meriwayatkan dari Abu Ja’far Al-Baqir yang mengatakan bahwa “wahyu pertama kali turun pada Rasul SAW pada hari senin 17 Ramadhan dan dikatakan juga 24 Ramadhan.” [Al-Bidayah wan-Nihayah].

Ulama yang berpendapat bahwa Al-Quran diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan adalah berdasarkan QS 8 (Al-Anfal) :41
وَمَا أَنزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ
“yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) dihari Furqaan, yaitu dihari bertemunya dua pasukan”.
Kata "Furqan" berarti pemisah antara yang haq dan yang batil dan yang dimaksud dengan hari Al-Furqan adalah “Yaumal taqal Jam’an” (hari bertemunya dua pasukan) yang ditafsiri sebagai hari perang Badar yang menurut sejarah terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, dengan berbeda tahun kejadiannya. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib RA :
كانت ليلة "الفرقان يوم التقى الجمعان"، لسبع عشرة من شهر رمضان
Malam “Furqan, hari bertemunya dua pasukan” itu terjadi pada 17 bulan Ramadhan [Tafsir at-Thabari] Wallahu A’lam. 

Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita sehingga berwawasan luas dan lebih toleran dalam mengamalkan ajaran agama.
SMG BERMANFAAT

Orang yang Hebat adalah Orang yang Mau Memaafkan Kesalahan Orang Lain Walaupun Pahit Rasanya....

oleh Guru Kita Al Habib Muhdor Al Hamid




















Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda:
وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ
“dan tidaklah Allah menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tiada seorang yang rendah hati (tawadhu’) karena Allah melainkan diangkat derajatnya oleh Allah” [HR. Muslim]

_masalah penting.._

Terkadang kita harus memaafkan seseorang bukan karena kita lemah namun karena kita menyadari bahwa semua orang melakukan kesalahan termasuk kita sendiri. Memaafkan itu tidak harus melupakan kesalahannya, tapi ketahuilah kita tidak akan bisa melupakan kelasahannya kalau kita tidak memaafkan. Betapa indahnya memaafkan sehingga Allah dan Nabi memerintahkan kita untuk memaafkan. Allah berfirman :
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
” Maafkanlah dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” [QS Al-A’raf : 199]

Janganlah ragu untuk memaafkan, karena memaafkan bukanlah pekerjaan yang hina bahkan sebaliknya dengan memaafkan kita akan mulia, bahkan lebih mulia, karena dimuliakan oleh Allah swt sebagaimana hadits di atas.

Terdapat sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : _“hari ini, sahabat terbaik ku menampar pipiku”._ Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam namun sahabatnya menolongnya hingga ia berhasil selamat. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia mengukir di atas sebuah batu _“hari ini, sahabat terbaik ku menyelamatkan nyawaku”_. Lalu orang yang menolong dan menampar tadi bertanya, "Kenapa ketika aku melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, sedangkan ketika aku menolongmu kau menulis di batu ?" Temannya sambil tersenyum menjawab, _"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya diatas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."_

Dalam hidup ini sering terjadi beda pendapat dan konflik dengan teman atau saudara karena sudut pandang yang berbeda maka biasakan untuk memaafkan dan melupakannya. Belajarlah untuk menulis di atas pasir.

Harun Yahya mengemukakan bahwa menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa orang-orang yang mampu memaafkan itu lebih sehat, serta baik jiwa maupun raga”. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan, orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniah, namun juga jasmaniah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan (gangguan pada pikiran dan hati) dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress (tekanan jiwa), susah tidur, dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang yang memaafkan ini.

Inilah bukti konkret bahwa ajaran Al-Qur’an dan tauladan yang dicontohkan Rasulullah saw tentang sikap memaafkan. Memaafkan akan menambah kemuliaan seseorang bahkan kesehatannya baik dhahir maupun batinnya. _Wallahu A’lam._ 

Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk mudah memaafkan sehingga Allah menambah kemuliaan kita di dunia maupun di akhirat.