oleh guru kita Al Habib Muhdor Alhamid
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata : tiga hari sebelum meninggalnya Rasulullah SAW, aku mendengar beliau bersabda :
لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ
Janganlah seorang diantara kalian meninggal kecuali dia telah berbaik sangka kepada Allah “ (H.R. Muslim)
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata : tiga hari sebelum meninggalnya Rasulullah SAW, aku mendengar beliau bersabda :
لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ
Janganlah seorang diantara kalian meninggal kecuali dia telah berbaik sangka kepada Allah “ (H.R. Muslim)
MASALAH PENTING...
Suka dan duka silih berganti dalam kehidupan ini. Kewajiban
kita adalah tetap husnudzan kepada Allah meski kondisi yang ada tidak
sesuai harapan bahkan terbalik 180 derajat. Husnudzan adalah berpikiran
positif, berpandangan mulia terhadap sesuatu yang terjadi di hadapannya
karena keyakinan kepada sang pencipta bahwa ia adalah maha pengasih dan
penyayang. Orang yang berhusnudzan akan selalu berperasangka baik dan
selalu berpikiran positif terhadap sesuatu yang menimpa dirinya,
meskipun sesuatu itu sangat membebaninya.
Orang yang memiliki sikap perilaku husnudzan tidak akan
mudah mengkambing-hitamkan orang lain dengan tujuan menutupi kelemahan
dan kekurangan dirinya sendiri. Sebaliknya, jika ada sesuatu menimpa
dirinya, ia segera melakukan koreksi terhadap dirinya sendiri, dan
selanjutnya Ia akan “legawa” dengan apa yang menimpanya bahkan hebatnya
ia meyakini bahwa dibalik hal tersebut mesti ada hikmah yang luar biasa
yang diberikan Allah swt. Ia berpedoman kepada firman Allah :
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” [QS Al-Baqarah: 216]
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” [QS Al-Baqarah: 216]
Orang yang berhusnudzan akan selalau berpikiran positif
bahwa apapun kejadian berat atau musibah yang menimpanya adalah kebaikan
dari Allah untuknya. Ia beranggapan bahwa Allah mengirimkan
masalah-masalah dalam hidupnya justru untuk memberinya maslahat. Ada
sebuah analogi menarik tentang hal ini. Orang-orang jepang dikenal
sebagai penggila makan ikan. Kebutuhan konsumsi ikan sangatlah besar
setiap harinya, sehingga jumlah ikan diperairan jepang berkurang
drastis. Akibatnya nelayan jepang harus menempuh perjalanan selama 1
minggu bolak-balik untuk menangkap ikan. Minggu pertama para nelayan
membawa ikan yang sudah mati dan diberikan es sebagai pengawet, akan
tetapi ikan tangkapan mereka tidak laku. karena orang jepang tidak suka
makan ikan beku. Minggu kedua para nelayan, berinisiatif membuat kolam
besar di tengah kapal, ikan yang ditangkap dimasukkan ke kolam dan pada
saat dijual di daratan, ikan tangkapan mereka dibeli dengan harga murah
karena ikannya sudah banyak yang lemes dan mati. Minggu berikutnya sang
nelayan berpikir keras untuk menemukan bagaimana caranya supaya ikan
tetap hidup dan segar sampai di daratan. Akhirnya para nelayan menemukan
ide yaitu ketika beberapa hari dalam perjalanan ke daratan saat
ikan-ikan yang di kolam sudah mulai lemas dan malas bergerak, para
nelayan segera melepas seekor ikan hiu kecil yang langsung mengejar
ikan-ikan di kolam, merasa nyawanya terancam sang ikan terus bergerak
kesana kemari di dalam kolam hingga sampai di daratan. dan ketika
dijual, ikan hasil tangkapan nelayan dibeli dengan harga mahal karena
kondisinya masih hidup dan segar.
Orang yang berhusnudzan akan menganggap bahwa semua masalah
yang mengejarnya bahkan yang menimpanya itu tak ubahnya seperti hiu-hiu
kecil yang dilepas sang nelayan yang memaksanya untuk bergerak,
berpikir kreatif sehingga ia bisa survive dalam kehidupannya. Maka
jadikanlah “masalah” seperti adanya orang-orang yang membenci, sirik dan
memusuhi anda bahkan tantangan dan rintangan sebagai hiu-hiu yang
memacu anda tambah maju bukan malah menjadikan anda lemah dan mundur
serta putus asa. So mulai sekarang katakan dalam diri anda tatkala ada
masalah: "alhamdulillah ala kulli hal" Tetap smangat, pastilah Allah
menghendaki kebaikan dari setiap masalah yang diberikan kepada kita.
Tidak hanya ketika hidup kita berhusnudzan kepada Allah
bahkan ketika mau matipun kita harus tetap husnudzan kepada-Nya.
Diriwayatkan dari Anas RA bahwa Rasul SAW menjenguk seorang pemuda yang
sedang menghadapi kematiaanya. Rasul SAW bertanya kepadanya : Bagaimana
perasaanmu (kepad Allah)?, Pemuda menjawab: Ya Rasul, Demi Allah Aku
mengharap (rahmat) Allah dan aku takutkan (siksa Allah karena)
dosa-dosaku. Maka Rasul bersabda :
لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ
Tidaklah berkumpul kedua perkara tersebut dalam hati seseorang pada saat (menghadapi kematian seperti) ini kecuali Allah akan memberikan harapannya dan menjauhkan dari apa yang ditakutkannya [HR Turmudzi] _Wallahu A’lam_. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk bisa berhusnudzan kepada Allah sehingga kita sukses dalam kehidupan bahkan kematian kita nantinya.SMG BERMANFAAT WA BARAKAH..
لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ
Tidaklah berkumpul kedua perkara tersebut dalam hati seseorang pada saat (menghadapi kematian seperti) ini kecuali Allah akan memberikan harapannya dan menjauhkan dari apa yang ditakutkannya [HR Turmudzi] _Wallahu A’lam_. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk bisa berhusnudzan kepada Allah sehingga kita sukses dalam kehidupan bahkan kematian kita nantinya.SMG BERMANFAAT WA BARAKAH..

No comments:
Post a Comment