oleh guru kita Al Habib Muhdor Alhamid
Ketika Rosululloh صلى الله عليه و سلم masuk kerumah ,
beliau mendapati istrinya sayyidah Khodijah رضي الله عنها sedang
menyusui putrinya sayyidah Fatimah az zahro' رضي الله عنها, ternyata yg
di dapat oleh Nabi pada saat itu beliau melihat bahwa yg keluar bukan
air susu dari sayyidah khodijah, melainkan darah , ternyata sudah 3hari
tidak ada makanan yang masuk ke dalam perut sayyidah Khodijah, namun
beliau tidak mengeluh dan protes atas semua ini , mendekatlah Rosululloh
صلى الله عليه و سلم sambil memeluk istri tercintanya sayyidah Khodijah,
dan sayyidah Khodijah meletakkan kepalanya di dadanya Rosul صلى الله
عليه و سلم sambil berkata : wahai istriku...dulu engkau adalah seorang
yg kaya raya serba kecukupan dan hidup serba terpenuhi ,setelah engkau
menjadi pendamping hidupku, aku lihat engkau dalam keadaan susah payah,
dan jika seandainya engkau tidak lagi sanggup bersamaku dan ingin pergi
dariku , aku persilahkan engkau pergi agar mendapat kehidupan yg lebih
layak.
Namun apa jawaban dari wanita yg mulia itu :
Wahai kekasihku dan kekasih Allah...aku bersumpah dg nama
Allah , jikalau aku sudah meninggal dunia nanti dan engkau masih
memerlukan biaya untuk da'wahmu, maka galilah kuburku dan ambillah
tulang-tulangku jadikan perahu untuk da'wahmu , atau juallah
tulang-tulangku kepasar untuk da'wahmu, menangis Rosul صلى الله عليه و
سلم mendengar jawaban sayyidah Khodijah dan langsung memeluknya ....
Ya ALLAH jadikanlah wanita-wanita Muslimah bisa menjadi
wanita2 mulia seperti Sayyidah Khodijah رضي الله عنها yang siap
berkorban dalam keadaan apapun.
Ya allah...ya allah hanya orang munafik yg tidak meneteskan air mata setelah membaca kisah ini... Allah hu akbar...
Ya allah...ya allah hanya orang munafik yg tidak meneteskan air mata setelah membaca kisah ini... Allah hu akbar...
Diriwayatkan dari Al-Hushain bin Mihshan menceritakan bahwa
bibinya pernah datang ke tempat Nabi SAW karena satu keperluan.
Selesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah SAW bertanya kepadanya,
أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ مَا آلُوهُ إِلَّا مَا عَجَزْتُ عَنْهُ قَالَ فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ
أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ مَا آلُوهُ إِلَّا مَا عَجَزْتُ عَنْهُ قَالَ فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ
“Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab,
“Sudah”. Rasulullah SAW bertanya lagi : “Bagaimana (sikap) engkau
terhadap suamimu?”. Ia menjawab: “Aku tidak pernah mengurangi haknya
kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu melakukannya”. Rasulullah
SAW bersabda : “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulan dengan
suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” [HR. Ahmad
Catatan MUHIM..
Dalam kehidupan rumah tangga, suami dan
istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin
rumah tangga memiliki tugas dan kewajiban yang besar yaitu menjaga istri
dan anak-anaknya dalam semua urusan, baik urusan agama atau urusan
dunianya dengan menafkahi mereka dan memenuhi sandang, pangan dan
papannya. Kewajiban yang berat ini alvers dibebankan kepada suami oleh
agama, dan di sisi lain agama juga memberikan hak yang besar dari
seorang istri yaitu untuk medapatkan ketaatan darinya, bahkan seperti
hadits di atas suami adalah penentu istri apakah ia masuk surga atau
neraka.
Istri yang taat kepada suaminya akan mendapatkan surga sebagai balasannya. Nabi SAW bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتْ الْجَنَّةَ
"Wanita mana saja yang meninggal dunia, sedang suaminya ridlo kepadanya, maka ia masuk surga". [HR Ibnu Majah]. Namun sebaliknya istri yang durhaka kepada suaminya maka akan masuk neraka dan inilah yang banyak terjadi. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasul bersabda:
أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
Diperlihatkan kepadaku neraka ternyata kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita karena mereka kufur. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka kufur (durhaka) terhadap suami mereka dan kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang lama kemudian dia melihat sesuatu dari dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan sama sekali pada dirimu.’ ” [HR Bukhari]
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتْ الْجَنَّةَ
"Wanita mana saja yang meninggal dunia, sedang suaminya ridlo kepadanya, maka ia masuk surga". [HR Ibnu Majah]. Namun sebaliknya istri yang durhaka kepada suaminya maka akan masuk neraka dan inilah yang banyak terjadi. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasul bersabda:
أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
Diperlihatkan kepadaku neraka ternyata kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita karena mereka kufur. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka kufur (durhaka) terhadap suami mereka dan kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang lama kemudian dia melihat sesuatu dari dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan sama sekali pada dirimu.’ ” [HR Bukhari]
Maka hak suami berada diatas hak siapapun termasuk kedua
orang tua. Hak suami bahkan harus didahulukan oleh seorang istri
daripada ibadah sunnah. Rasulullah saw bersabda: “Tidak boleh bagi
seorang perempuan berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada di rumah
kecuali atas izinnya. [HR Bukhari]. Seorang istri juga tidak boleh
keluar rumah kecuali dengan izin suami. Karena tempat asal wanita itu di
rumah. Sebagaimana firman Allah: “Dan tinggal-lah kalian (para wanita)
di rumah-rumah kalian.” [QS Al-Ahzab: 33]. Bahkan Dalam hak berhubungan
suami-istri, jika suami mengajaknya, maka istri tidak boleh menolaknya.
“Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian ia
tidak mendatanginya, dan suami tidur dalam keadaan marah, maka para
malaikat akan melaknatnya sampai pagi hari.” [HR Bukhari]
Lantas bagaimana jika sang suami pemarah? Pada dasarnya
tidak ada seseorang yang marah tanpa sebab sebagaimana kata pepatah
Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api. Maka jika suami marah hendaknya
istri melakukan introspeksi diri, jika istri yakin tidak ada masalah
dengan perilakunya kepada suaminya maka hal itupun tidak serta merta
membolehkan istri ikut marah sebab api tidak bisa padam dengan api, api
hanya bisa dipadamkan oleh air. Dikisahkan terdapat seorang wanita yang
memiliki suami pemarah dan galak sehingga dalam rumah tangganya selalu
terjadi pertengkaran. Ia pergi ke temannya untuk curhat masalahnya
dengan suaminya. Sang temanpun menyarankan agar ia pergi untuk
berkonsultasi kepada orang yang terkenal bijak di kampung seberang.
Setelah ia menceritakan perihal suaminya yang galak dan pemarah maka
orang bijak itu berkata: Saya bisa membantu permasalahan rumah tanggamu
dengan syarat kau harus dapatkan tiga helai bulu harimau. Sepulangnya
dari sana, iapun berpikir bagaimana caranya mendapatkan bulu harimau.
Didapatkanlah sebuah ide, ia pergi ke hutan dengan membawa sepotong
daging untuk diberikan kepada harimau. Ketika harimau ingin
menyerangnya maka ia melempar daging tadi dan harimaupun memakan daging
tersebut kemudian sang harimaupun berlalu. Hal ini dilakukan beberapa
kali sampai harimau jinak kepadanya dan saat itulah ia membelai harimau
dan ia berhasil mencabut beberapa bulu harimau tersebut. Setelah
berhasil, ia bergegas menemui sang bijak untuk menyerahkan bulu-bulu
tersebut. Sang bijak berkata:
اذا كنت استطعت أن تروضي الأسد أفلا تستطعين أن تروضي زوجك
Jika kamu telah berhasil menjinakkan harimau, masak kamu tidak bisa “menjinakkan” suamimu. Wallahu A’lam. Semoga Allah menjadikan para suami mampu menjalankan tugas serta tanggung jawabnya dan menjadikan para istri sholihah yang taat kepada suami karena Allah swt. SMG BERMANFAAT
اذا كنت استطعت أن تروضي الأسد أفلا تستطعين أن تروضي زوجك
Jika kamu telah berhasil menjinakkan harimau, masak kamu tidak bisa “menjinakkan” suamimu. Wallahu A’lam. Semoga Allah menjadikan para suami mampu menjalankan tugas serta tanggung jawabnya dan menjadikan para istri sholihah yang taat kepada suami karena Allah swt. SMG BERMANFAAT

No comments:
Post a Comment