oleh guru kita Al Habib Muhdor Al Hamid
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak beriman bagi orang yang
tidak jujur dan tidak dapat dipercaya (tidak dapat menunaikan amanah),
dan tiada agama (tidak beriman) bagi orang yang tidak dapat dipegang
janjinya.” (HR. Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik)
Orang yang tidak dapat menjaga kejujuran dalam dirinya,
sama halnya tidak memiliki keimanan yang sempurna, karena kejujuran itu
adalah bagian dari iman.
Sedangkan orang yang tidak memiliki keimanan, maka ancamannya adalah akan menjadi penghuni neraka.
Suatu hari ada seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Ya Rasulullah, apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut?”
“Ya.” Jawab beliau SAW.
“Apakah seorang mukmin bisa menjadi kikir?”
“Ya.”
“Apakah seorang mukmin bisa menjadi pendusta?”
“Tidak.” (HR. Imam Malik)
Sifat dusta itu sama halnya dengan tidak jujur, karena itu
siapapun yang menjadi pendusta maka akan lenyaplah keimanan pada
dirinya, baik suka atau tidak suka. Sebaliknya siapa saja yang selalu
memelihara sifat jujurnya, maka ia akan mendapatkan kehormatan hingga
pengakuan dari Allah atas kemuliaannya.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh kebenaran itu membawa
kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke sorga. Seseorang yang selalu
bertindak jujur akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang
jujur.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Kemuliaan orang muslim yang selalu berusahan berbuat jujur,
akan dapat dirasakan sejak ia hidup di tengah lingkungan masyarakat,
misalnya dengan timbulnya kepercayaan orang lain kepadanya maupun
banyaknya penghormatan masyarakat terhadap dirinya, dengan demikian ia
merasa nyaman serta bahagia saat menjalani kehidupannya, dan kebahagian
seperti itu akan ia dapatkan hingga kelak di akhirat.
Sy. Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abu Thalib RA.
mengemukakan, bahwa ia menghafal beberapa kalimat dari Nabi Muhammad SAW
yaitu, “Tinggalkankah apa yang kamu ragukan, dan kerjakanlah apa yang
tidak kamu ragukan. Sesungguhnya jujur itu menciptakan ketenangan, dan
dusta itu menimbulkan kebimbangan. SMG BERMANFAAT WA BARAKAH

No comments:
Post a Comment