Tuesday, 13 June 2017

Reward of Fasting in Ramadhan

'Reward of Fasting in Ramadhan'
(taken from Sayyed Muhdor Al-Hamid's post)


Having fast in Ramadhan actually contains it own's secrets aside of blood circulation it also able to makes body stay healthy and cure a few of diseases including of the most dangerous i.d the Qolbun Disease, from bad attitude-deed such as arrogance etc. A wise person said, "Everybody wants to succeed, but most of them hate people who are in successful". Those people who are being in this part are people with jealousy and envy. Usually, this kind of people is trying to thwart it. There are many people who will try to undermine successful people by his effort that goes beyond his own effort to succeed.

How does this person end up? this kind person is usually hard in succeeding, easily to complaints, like in gossip and stuff. Eliminate these attitude, this was made Iblees bring out of heaven, then become weird and uncomforted then fall into a pool of wrath also sorrow forever.

While the person whose heart is not diseased will be able to participate in happily with the happiness of others as it also part of his life. Prophet Muhammad Peace Be Upon to Him said, The sign of true faith is his ability to love his brother as he loves himself? if we love to be happy, then as believers we should be happy with others.

Sharing of happiness is the highest degrees, not only being in other's happiness but also share the happiness with others else.  This was Rasulullah Peace Be Upon to Him had taken the example and The best friend of him (The Sahabah) who have a pure heart. Don't just be happy alone, try to have a lot of people who are happy with our presence. The more we make them happy, the higher degree of our use and faith.

Remove these heart diseases during this holy month (Ramadhan), replace with glory and cleanliness of heart.

May it be useful
Tanggul, Indonesia

Wednesday, 29 June 2016

Inovasi....

oleh guru kita Al Habib Muhdor Alhamid

Diriwayatkan dari Anas RA, Ia berkata :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِقَوْمٍ يُلَقِّحُونَ فَقَالَ لَوْ لَمْ تَفْعَلُوا لَصَلُحَ قَالَ فَخَرَجَ شِيصًا فَمَرَّ بِهِمْ فَقَالَ مَا لِنَخْلِكُمْ قَالُوا قُلْتَ كَذَا وَكَذَا قَالَ أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ
bahwa Nabi SAW melewati suatu kaum (di madinah) yang sedang mengawinkan pohon kurma lalu beliau bersabda: "Sekiranya kalian tidak melakukannya, niscaya kurma itu akan menjadi bagus." Tapi setelah itu, ternyata kurma tersebut tumbuh dalam keadaan jelek. Hingga suatu saat Nabi SAW melewati mereka lagi dan melihat hal itu beliau bertanya: 'Ada apa dengan pohon kurma kalian? Mereka menjawab; Bukankah anda telah mengatakan bla bla bla...? (menyuruh tidak mengawinkan pohon kurma tapi hasilnya jelek) Beliau lalu bersabda: 'Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian. [HR Muslim].

Catatan penting..

Kata inovasi atau innovation berasal dari bahasa latin innovatio yang berarti renewal atau renovation, berdasar pada novus (new). Dalam situs Wikipedia diartikan sebagai “proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

Dengan pengertian di atas, maka “inovasi” dalam islam adalah satu hal di “restui” untuk urusan duniawi seperti rekayasa penyerbukan pada kejadian hadits di atas. Inovasi merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan duniawi karena manusia bersifat bosan dan selalu menginginkan hal baru. Dalam sebuah maqalah disebutkan :
الطباع مجبولة على حب المتجدد
Tabiat manusia itu senang terhadap hal yang baru.

Bahkan ada pendapat menilai bahwa Rasulpun juga mencontohkan inovasi dalam dakwah beliau dengan konsep hijrahnya. Secara tekstual (harfiah) hijrah adalah berpindah, sedangkan secara kontekstual makna hijrah adalah ‘membaharui hidup dalam segala aspek pada kondisi hasil karya hari ini lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini’. Jadi, hakikat makna hijrah secara kontekstual adalah inovasi.

Dalam kehidupan duniawi, inovasi adalah sebuah keniscayaan yang mana siapa meninggalkan inovasi maka ia akan diitinggalkan. Nama besar hanya tinggal nama jika tanpa adanya inovasi. Sebut satu contoh adalah apa yang menimpa pada perusahaan besar selular kelas dunia yaitu nokia yang resmi tumbang pada september 2013 dengan dijual ke lawan bisnisnya, Microsoft seharga Rp. 78 trilliun. Sejak saat itulah Nokia tinggal sebuah nama perusahaan dalam sejarah. Apa kesalahan yang diperbuat oleh Nokia? Nyaris tidak ada, cuma karena lamban dalam inovasi. CEO Nokia Jorma Ollila dalam sambutannya saat akuisisi Microsoft terhadap Nokia mengatakan “Kami tidak melakukan sesuatu kesalahan, tapi saya tidak tahu mengapa kami kalah“.

Dulu Nokia menyebut Android sebagai semut kecil merah yang mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yang berlebihan membuat Nokia tidak mau ber-inovasi. Begitu pula Kodak, Ia menyebut kamera digital hanyalah tren sesaat, dan kamera produksi mereka akan terus bertahan. Intel dan Micorosoft juga demikian (duo Wintel ) terlalu menikmati kekuasannya dalam dunia PC dan Laptop dan kini era PC/Laptop sudah hampir punah, diganti era mobile smartphone. Dan hegemoni Microsoft serta Intel kian menjadi tidak relevan dalam era smartphone. Bahkan boleh jadi Televisi seperti skrg kelak akan kolaps bukan karena persaingan sesama pemain di industri yang sama, tapi dari makhluk lain bernama Youtube. Di Amerika, jumlah pemirsa televisi dikalangan anak muda dan remaja, menurun drastis karena semua lari ke Youtube. Menyadari hal inilah Blue Bird taksi segera berinovasi dengan memberikan layanan aplikasi reservasi untuk berbagai perangkat selular untuk mempertahankan eksistensinya menghadapi taksi independen berbasis aplikasi seperti Uber, Grab dll.

Manusia yang dapat segera beradaptasi dengan perubahan keadaan lingkungannya maka dia akan survive. Jika tidak dapat beradaptasi dengan perubahan maka mereka akan tersingkir dan punah dari lingkungannya. Ide perubahan dan kreatif adalah salah satu wujud inovasi yang di”restui” oleh agama islam selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran islam. Maka senada dengan inovasi duniawi, sebuah postulat yang popular:
 المحافظة على القديم الصالح، والأخذ بالجديد الأصلح.
“Melestarikan nilai-nilai lama yang positif dan mengambil nilai-nilai yang baru yang lebih positif”.
Bahkan mungkin lebih tepatnya lagi sekali lagi dalam urusan duniawi, al-Ikhtira’ alal Jadid al-ashlah. Sudahkah anda berinovasi dalam usaha anda? Jangan stagnan, berhijrahlah untuk eksis dan maju. Jangan lambat belajar, apalagi tidak mau belajar! Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membukakan matahati kita untuk senantiasa berinovasi dan kreasi demi menggapan kejayaan duniawi dalam keluhuran ajaran islam.SMG BERMANFAAT...

Hidup Bersih Bersama Nabi SAW

oleh guru kita Alhabib Muhdor Alhamid






BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA..

Rasulullah SAW menekankan kebersihan jalan dan tempat umum serta melarang tindakan yang mengotorinya dengan berbagai sampah dan apa pun yang menimbulkan gangguan. Beliau menjelaskan bahwa itu termasuk bagian dari iman yang mana iman menjadi tidak sempurna kecuali dengan memenuhinya:

Dalam Shahiih Al-Bukhari dan Shahiih Muslim dari Abu Hurairah RA bahwa ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda:
اْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ – وَفِي رِوَايَةٍ: وَسِتُّوْنَ – شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا: قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى مِنَ الطَّرِيْقِ.
"Iman itu lebih dari tujuh puluh – dalam riwayat lain; enam puluh – cabang. Yang paling utamanya adalah kalimat tiada Tuhan selain Allah, dan paling bawahnya menyingkirkan gangguan dari jalan."

Jika mukmin sesuai dengan tuntutan keimanannya tidak boleh membiarkan sampah yang dilihatnya di jalan dan ia pun dapat membuangnya, sementara di saat yang sama tidak ada orang lain yang membuangnya, maka yang lebih ditekankan, lebih ditetapkan, dan lebih diwajibkan adalah ia tidak boleh membuang sampah di jalan.

Perhatikan wahai muslim dan ketahuilah bahwa kebersihan jalan kecil maupun jalan besar merupakan bagian dari iman, dan ini bukan sebagai bentuk anjuran yang boleh ditinggalkan tidak pula sebagai ajakan secara sukarela.

Nabi SAW memerintahkan penyingkiran gangguan dari jalan dalam sabda beliau – sebagaimana yang diungkap dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Abu Hurairah – :
نَحِّ اْلأَذَى عَنْ طَرِيْقِ اْلمُسْلِمِيْنَ.
"Singkirkan gangguan dari jalan kaum muslim."
Sementara ancaman bagi orang yang membuat gangguan di jalan kaum muslim sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dengan isnad hasan dari Hudzaifah bin Usaid RA bahwa Nabi SAW bersabda:
مَنْ آذَى الْمُسْلِمِيْنَ فِي طُرُقِهِمْ وَجَبَتْ عَلَيْهِ لَعْنَتُهُمْ.
"Siapa yang mengganggu kaum muslim di jalan-jalan mereka maka sudah selayaknya ia mendapat kutukan mereka."
Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda:
مَنْ غَسَلَ سَخِيْمَتَهُ عَلَى طَرِيْقٍ مِنْ طُرُقِ الْمُسْلِمِيْنَ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ.
"Siapa yang mencuci sakhimahnya(sampah dan kotoran) di jalan mana pun dari jalan-jalan kaum muslim, maka ia mendapat kutukan Allah, para malaikat, dan seluruh umat manusia."

Muslim dan lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
اتَّقُوا اللَّاعِنَيْنَ.
"Jagalah diri kalian dari dua orang yang mengutuk."

Para sahabat bertanya; siapa dua orang yang mengutuk itu wahai Rasulullah?
Beliau menjawab:
الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طُرُقِ النَّاسِ أَوْ فِي ظِلِّهِمْ.
"Orang yang membuang hajat di jalan orang-orang atau di tempat teduh mereka." Yakni area tempat mereka berkumpul dan duduk. Beliau SAW mengapreasiasi orang yang menyingkirkan gangguan dari jalan , Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa ia mengatakan; Rasulullah SAW bersabda:
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيْقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ فَأَخَّرَهُ، فَشَكَرَ اللهُ لَهُ فَغَفَرَ اللهُ لَهُ.
Ketika menyusuri jalan seorang laki-laki mendapati batang berduri, ia pun menyingkirkannya, hingga Allah berterimakasih kepadanya kemudian Allah mengampuninya."
Betapa mulia dan agung Nabi mulia SAW yang membawa kebahagiaan dan kebersihan dunia serta kebahagiaan akhirat.
SMG BERMANFAAT

KISAH MENARIK SEORANG BERNAMA BAHLUL DI ZAMAN RAJA HARUN Al RASYID...

oleh guru kita Al Habib Muhdor Alhamid

"Bahlul" adalah kata yang biasa kita gunakan untuk mensifati orang yang bodoh, tapi dari mana asal kata itu.....?
Dikisahkan, sesungguhnya BAHLUL seorang yang dikenal sebagai orang gila di zaman Raja Harun Al-Rasyid (Dinasti Abbasiyah).
Pada suatu hari Harun Al-Rasyid lewat di pekuburan, dilihatnya Bahlul sedang duduk disana.
Berkata Harun Al-Rasyid kepadanya :
"Wahai Bahlul, bilakah kamu akan berakal.. ?",
Mendengar itu Bahlul beranjak dari tempatnya dan naik keatas pohon, lalu dia memanggil Harun Al-Rasyid dengan sekuat suaranya dari atas pohon,
" Wahai Harun yang gila, bilakah engkau akan sadar....? ",
Maka Harun Al-Rasyid menghampiri pohon dengan menunggangi kudanya dan berkata : "Siapa yang gila, aku atau engkau yg selalu duduk dikuburan....?".
Bahlul berkata :
"Aku berakal dan engkau yang gila",
Harun : "Bagaimana itu bisa...?",
Bahlul : "Karena aku tau bahwa istanamu akan hancur dan kuburan ini akan tetap ada, maka aku memakmurkan kubur sebelum istana, dan engkau memakmurkan istanamu dan menghancurkan kuburmu, sampai- sampai engkau takut untuk dipindahkan dari istanamu ke kuburanmu, padahal engkau tahu bahwa kamu pasti masuk dalam kubur, maka katakan wahai Harun siapa yang gila di antara kita...?".
Bergetarlah hati Harun, lalu menangis dengan tangisan yang sampai membasahi jenggotnya, lalu Harun berkata : "Demi ALLAH engkau yang benar, Tambahkan nasehatmu untukku wahai Bahlul".
Bahlul : "Cukup bagimu Al-Qur'an maka jadikanlah pedoman".
Harun : "Apa engkau memiliki permintaan wahai Bahlul....? Aku akan penuhi".
Bahlul : "Iya aku punya 3 permintaan, jika engkau penuhi aku akan berterima kasih padamu".
Harun : "mintalah..."
Bahlul : 1. "Tambahkan umurku".
Harun : "Aku tak mampu",
Bahlul: 2. "Jaga aku dari Malaikat maut".
Harun : "Aku tak mampu",
Bahlul: 3. "Masukkan aku kedalam surga dan jauhkan aku dari api Neraka".
Harun : "Aku tak mampu".
Bahlul : "Ketahuilah bahwa engkau dimiliki (seorang hamba) dan bukan pemilik (Tuhan), maka aku tidak perlu padamu".
*Kisah ini dikutip dari kitab yang berjudul عقلاء ﺍﻟﻤﺠﺎﻧﻴﻦ "Orang-orang Gila Yang Berakal"
Tetapi kita menggunakan perkataan BAHLUL untuk mengatakan seseorang itu bodoh sedangkan ia adalah merupakan nama Ulamak yang hebat yg bersifat aneh pada zamanya ..subhana allah....SMG BERMANFAAT

KEAGUNGAN ISLAM

oleh guru kita Al Habib Muhdor Alhamid

Begitu agungnya agama Islam ini
إذا كان "شق تمرة" يبعدنا عن النار..
Ketika satu cuilan dari kurma,jika diberikan dengan ikhlas dapat menjauhkan kita dari api nerka
و"صدقة" تطفئ غضب الرب..
Dan ketika shodaqoh dapat meredam kemurkaan ALLOH
و"كلمتان" تثقل ميزان أعمالنا..
Dan ketika 2 kalimat yang cukup ringkas dapat menjadi sesuatu yang berat didalam timbangan amal perbuatan baik kita
"سبحان الله وبحمده، سبحان الله العظيم"
Kalimat Subhaanollooh wa bihamdihi subhaanollooh hil'adzim
و"صيام يوم" يبعدنا سبعين عاماً عن النار..
Dan ketika puasa sehari dapat menjauhkan kita dari api neraka seperti jauhnya jarak 70 tahun perjalanan
و"وضوء"  يزيل من جوارحنا الخطايا..
Dan ketika wudhu dapat menghilangkan dosa-dosa dari anggota tubuh kita
و"حسنة" تتضاعف لعشر أضعاف..
Dan ketika 1 kebaikan dapat berpilat ganda pahalanya sampai 10x lipat
فـلماذا يعتقد البعض أن "الجنة" بعيدة المنال..؟!!
Lalu...mengapa masih ada sebagian orang yang ber-anggapan sesungguhnya syurga adalah sesuatu yang jauh yang sulit untuk diraih?!!!
جعلنا الله وإياكم من اهل الجنه
Semoga ALLOH menjadikan kita & kamu semua sebagai calon penduduk syurga. SMG BERMANFAAT

PENTINGNYA BAGI WANITA MEMAKAI DUA PAKAIAN AGAR TERTUTUP AURATNYA...

oleh guru kita Alhabib Muhdor Alhamid

Diriwayatkan dari ’Aisyah Ummul Mu’minin RA, ia berkata :
دخلت أسماء بنت أبي بكر على رسول الله صلى الله عليه وسلم وعليها ثياب شامية رقاق ، فأعرض عنها ثم قال : "يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ يَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا" وأشار إلى وجهه وكفيه
sesungguhnya Asma’ binti Abu Bakar RA masuk menemui Rasul SAW sedangkan Asma’ mengenakan pakaian yang tipis produksi negeri Syam, maka Rasulullah memalingkan pandangan beliau seraya bersabda ”Apa ini wahai Asma’? Sesungguhnya seorang perempuan apabila telah sampai pada haidnya maka tidak layak untuk terlihat darinya kecuali ini dan ini” Seraya beliau menunjuk telapak tangannya dan wajahnya” [HR. Baihaqi]

Catatan penting...

Parameter peradaban manusia terletak pada pakaian yang dikenakannya. Karena itu, sebagai makhluk yang beradab, manusia memerlukan pakaian dalam kehidupannya sehari-hari. Namun syaitan tidak menghendaki manusia memiliki peradaban yang tinggi dan kehormatan yang mulia, karenanya syaitan berusaha dengan berbagai cara agar manusia melepaskan pakaian yang melekat pada tubuhnya dan saling memperlihatkan auratnya. Allah SWT berfirman :
يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا
yang artinya : “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kalian dapat ditipu oleh syaitan sebagai-mana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapak kalian dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakai-annya untuk memper-lihatkan kepada keduanya auratnya”. [QS Al-A’raf : 27].

Kewajiban menutup aurat tidak hanya diketahui oleh seorang muslim lewat ajarannya namun setiap orang yang berakal sehat pastilah menyadari bahwa membuka aurat merupakan perbuatan buruk, karena itu Ash-Shabuny berkata:
سميت العورة سوأة لأن كشفها يسوء صاحبها
Dalam bahasa Arab, aurat diistilahkan dengan sau’ah yang artinya buruk, karena terbukanya aurat dapat memburukkan seseorang. [Shafwatat Tafasir]

Ada sebuah percakapan menarik berikut ini. Lelaki inggris bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh bersentuhan dengan sembarang pria?" Syeikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu Elizabeth?..Lelaki inggris menjawab: "oh tentu tidak bisa ! Cuma orang orang tertentu saja yang bisa berjabat tangan dengan ratu."Syeikh tersenyum dan berkata: "Wanita wanita kami (kaum muslimin) adalah para ratu dan ratu tidak boleh bersentuhan dengan pria sembarangan (yang bukan Mahramnya") lalu si inggris bertanya lagi, "Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka (aurat)?" Syeikh tersenyum dan punya dua permen, ia membuka permen yang pertama dan membiarkan permen kedua terbungkus. Dia melemparkan keduanya ke lantai. Syeikh bertanya: "jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih? Si inggris menjawab: "yang terbungkus." Syeikh berkata: "Itulah cara kami memperlakukan perempuan kami.".
Karena itu, anak Adam yang berarti seluruh manusia, diharuskan untuk menggunakan pakaian yang menutup auratnya. Dalam Ayat lain Allah SWT berfirman :
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian yang dapat menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”. (QS. 7 : 26)
 
Ketika menafsiri ayat ini, Muhammad Ali Ash-Shabuny dalam bukunya Shafwatat Tafasir mengatakan bahwa Allah menurunkan kepada kita dua pakaian. Pertama, pakaian untuk menutupi aurat, dan pakaian yang menjadi perhiasan yang menambah keelokan dan kebagusannya. Kedua, pakaian takwa. Pakaian yang menutup aurat saja minus ketaqwaan belum cukup untuk menjadikan seseorang berpredikat baik dan sholeh. Seorang pujangga berkata:
وخير لباس المرء طاعة ربه :: ولاخير فيمن كان لله عاصيا
Sebaik-baik pakaian seseorang adalah ketaatannya kepada Tuhannya dan tidak ada kebaikan sama sekali yang terdapat pada seseorang yang bermaksiat kepada Allah. [Shafwatat Tafasir]
Wallahu A’lam. Semoga kita semua dan keluarga diberi kekuatan oleh Allah untuk menutup aurat dan selalu mengenakan sikap taqwa layaknya kita memakai baju kita. SMG BERMANFAAT

INDAHNYA MERASAKAN KELEMBUTAN HATI KEKASIH HATI...

oleh guru kita Alhabib Muhdor Alhamid


Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA, Rasul SAW bersabda:
يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ
“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, dan mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” [HR. Muslim]

Catatan muhim...

Lemah lembut adalah sifat Allah sekaligus dicintai oleh Allah SWT, dan dengan sifat Lemah lembut segala kebaikan dan keutamaan akan bisa diraih bahkan sifat Lemah lembut akan mendatangkan sikap hikmah, yang juga merupakan sikap yang dicintai oleh Allah SWT di dalam berkata dan bertindak. Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa Rasul SAW sedang duduk-duduk bersama para shahabat di dalam masjid. Tiba-tiba muncul seorang ‘Arab badui (kampung) masuk ke dalam masjid, dan kencing di dalamnya. Spontan, bangkitlah para shahabat menghampiri untuk menghardiknya namun Rasul SAW melarang mereka dan memerintahkan untuk membiarkannya sampai selesai hajatnya.  Setelah itu, beliau SAW memanggil si badui tadi lalu menasehatinya dengan lemah lembut:
إن هذه المساجد لا تصلح لشيء من هذا البول ولا القذر إنما هي لذكر الله والصلاة وقراءة القرآن
“Sesungguhnya masjid ini tidak pantas untuk membuang kencing atau kotoran karena masjid itu diperuntukkan sebagai tempat untuk dzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al-Qur’an.”
Setelah itu, beliau SAW meminta setimba air untuk dituangkan pada tempat air kencing tersebut. [HR. Muslim]

Diriwayatkan dari abu hurairah bahwa ketika Rasul SAW sholat berasama para sahabat, datanglah orang dusun (Yang kencing di masjid tadi) dan berdoa dalam sholatnya:
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا وَلَا تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا
“Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorangpun bersama kami berdua.” Setelah salam, Rasul SAW berkata kepadanya: “Kamu telah mempersempit sesuatu yang luas (rahmat Allah).” [HR Bukhari].
Ibnu Hajar al-Atsqalani mengatakan bahwa orang badui di atas bernama dzul huwaysirah al-Yamani, dan versi lain ia adalah Aqra’ bin Habis. [Fathul Bari] dan Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa doa Orang badui tadi terjadi sebelum ia kencing di dalam Masjid. Boleh jadi ketika si badui melihat sikap lemah lembut dari Rasul SAW dalam menasehati, timbullah rasa cinta dan simpati si badui tersebut sehingga ia berdoa demikian.

Semestinya seperti itulah kita berprilaku dalam segala urusan tak terkecuali urusan dakwah. Syeikh Muhammad Mutawalli as-Sya'rawi (1911-1998) ahli tafsir kontemporer dari mesir pernah berdialog dengan salah satu pemuda dari kelompok garis keras. as-Sya'rawi bertanya: apakah meledakkan tempat tempat hiburan di salah satu negara yang mayoritas penduduknya kaum muslimin hukumnya halal ataukah haram? Pemuda menjawab:hukumnya halal membantai atau membunuh mereka diperbolehkan. as-Sya'rawi : jika kamu bunuh mereka yang bermaksiat,kemana tempat mereka kembali di akhirat? ke syurga atau neraka? Pemuda : pastinya ke neraka. as-Sya'rawi: Kemana setan menginginkan mereka yang kamu bunuh dengan ledakanmu? Pemuda: pastinya setan berkeinginan mereka masuk bersamanya ke neraka. as-Sya'rawi : jika demikian maka engkau telah berserikat dengan setan dengan satu tujuan untuk memasukkan mereka kedalam neraka!. as-Sya'rawi lalu menyebutkan satu hadist, ketika itu lewat dihadapan Nabi saw jenazah seorang yahudi, Nabi saw bersedih dan menangis, para sahabat bertanya, “kenapa menangis dan sedih wahai Nabi?”, jawab Nabi SAW:
نفس أفلتت منّي إلى النار
“satu jiwa telah terlepas dariku dan jiwa itu masuk ke dalam neraka.”

 
Coba kamu perhatikan perbedaan antara dirimu wahai anak muda dan diri Nabi Muhammad saw di mana engkau menginginkan mereka masuk neraka sedangkan Nabi saw menginginkan untuk menyelamatkan mereka dari neraka. Sungguh berbeda, Engkau berada dalam satu lembah dan Nabi saw berada pada lembah yang lain.
Sebagai catatan bahwa hadits yang disebutkan oleh as-Sya’rawi di atas tidak kami temukan sumbernya, sebagai gantinya kami kemukakan hadits yang semakna dengan hadits di atas. Diriwayatkan dari Anas RA bahwa satu saat seorang pemuda yahudi yang biasa membantu Nabi itu sakit lalu Nabi menjenguknya. Duduklah beliau disamping kepalanya lalu beliau bersabda : masuklah islam. Anak itu kemudian menoleh ke arah bapaknya dan bapaknya berkata: ikutilah abal qasim (Nabi). Lalu iapun bersyahadat masuk islam. Nabipun keluar dr rumahnya seraya mengucap :
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنْ النَّارِ.
segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka. [HR Bukhari]

Wallahu A’lam. Semoga Allah membuka pintu hati kita semua agar bisa berlemah lembut dalam semua urusan kita.SMG BERMANFAAT