oleh Guru Kita Al Habib Muhdor Al Hamid
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda:
وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ
“dan tidaklah Allah menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tiada seorang yang rendah hati (tawadhu’) karena Allah melainkan diangkat derajatnya oleh Allah” [HR. Muslim]
وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ
“dan tidaklah Allah menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tiada seorang yang rendah hati (tawadhu’) karena Allah melainkan diangkat derajatnya oleh Allah” [HR. Muslim]
_masalah penting.._
Terkadang kita harus memaafkan seseorang bukan karena kita
lemah namun karena kita menyadari bahwa semua orang melakukan kesalahan
termasuk kita sendiri. Memaafkan itu tidak harus melupakan kesalahannya,
tapi ketahuilah kita tidak akan bisa melupakan kelasahannya kalau kita
tidak memaafkan. Betapa indahnya memaafkan sehingga Allah dan Nabi
memerintahkan kita untuk memaafkan. Allah berfirman :
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
” Maafkanlah dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” [QS Al-A’raf : 199]
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
” Maafkanlah dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” [QS Al-A’raf : 199]
Janganlah ragu untuk memaafkan, karena memaafkan bukanlah
pekerjaan yang hina bahkan sebaliknya dengan memaafkan kita akan mulia,
bahkan lebih mulia, karena dimuliakan oleh Allah swt sebagaimana hadits
di atas.
Terdapat sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang
sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka
bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar,
merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas
pasir : _“hari ini, sahabat terbaik ku menampar pipiku”._ Mereka terus
berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk
mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba
berenang namun nyaris tenggelam namun sahabatnya menolongnya hingga ia
berhasil selamat. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah
hilang, dia mengukir di atas sebuah batu _“hari ini, sahabat terbaik ku
menyelamatkan nyawaku”_. Lalu orang yang menolong dan menampar tadi
bertanya, "Kenapa ketika aku melukai hatimu, kau menulisnya di atas
pasir, sedangkan ketika aku menolongmu kau menulis di batu ?" Temannya
sambil tersenyum menjawab, _"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita
harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan
menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi,
kita harus memahatnya diatas batu hati kita, agar tidak bisa hilang
tertiup angin."_
Dalam hidup ini sering terjadi beda pendapat dan konflik
dengan teman atau saudara karena sudut pandang yang berbeda maka
biasakan untuk memaafkan dan melupakannya. Belajarlah untuk menulis di
atas pasir.
Harun Yahya mengemukakan bahwa menurut penelitian terakhir,
para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa orang-orang yang mampu memaafkan
itu lebih sehat, serta baik jiwa maupun raga”. Orang-orang yang
diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan
orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan, orang
yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniah,
namun juga jasmaniah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan
penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan (gangguan pada pikiran dan
hati) dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress (tekanan jiwa),
susah tidur, dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang yang
memaafkan ini.
Inilah bukti konkret bahwa ajaran Al-Qur’an dan tauladan
yang dicontohkan Rasulullah saw tentang sikap memaafkan. Memaafkan akan
menambah kemuliaan seseorang bahkan kesehatannya baik dhahir maupun
batinnya. _Wallahu A’lam._
Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran
kita untuk mudah memaafkan sehingga Allah menambah kemuliaan kita di
dunia maupun di akhirat.

No comments:
Post a Comment